Heboh Satpol PP Hapus Mural ‘Tuhan Aku Lapar’, Pejabat Depok: Bikin Resah

Satpol PP hapus mural di Depok (Istimewa)
Satpol PP hapus mural di Depok (Istimewa)

DepokToday – Sempat ramai di lini masa tentang dihapusnya mural yang disebut bergambar Presiden Joko Widodo, kini, mural bertuliskan ‘Tuhan aku lapar’ juga muncul di salah satu dinding yang ada di Jalan Kartini Raya, Pancoran Mas, Kota Depok juga kembali dihapus.

Tulisan ini juga sempat diposting oleh akun instagram depok24jam dan banyak dikomentari warganet. Kebanyakan warganet mengomentari tulisan itu dengan nada dukungan. Sebagian dari mereka juga banyak yang mengira jika mural tersebut tidak akan bertahan lama, karena akan segera dihapus atau dicat ulang.

Benar saja, Pemerintah Kota Depok lewat Satpol PP dan aparat lainnya mengambil tindakan menghapus gambar tersebut.

Kepala Satpol PP Kota Depok N Lienda Ratnanurdianny mengatakan, tindakan yang diambil pihaknya sudah sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2012 tentang ketertiban umum.

“Ya memang untuk perda 16 juga ada ketentuannya, tentang ketertiban umum. Tata keindahan kota itu tidak bolah dicorat-coret. Kalau mau memang menyampaikan aspirasi, sampaikan saja dengan bijak, dengan baik, tidak usah corat-coret tembok,” sebut Lienda pada Jumat 27 Agustus 2021.

Baca Juga: Sehari 11 Motor Raib, Bukti Curanmor Panen Gentayangan di Depok

Satpol PP kata dia, juga menerima laporan dari warga tentang isi konten gambar atau mural yang dianggap meresahkan. Karena itu pihaknya dibantu aparat keamanan melakukan tindakan dengan menghapus gambar tersebut.

“Sehingga harus dihapus karena yang pertama corat-coret kan nggak boleh, kedua meresahkan juga kontennya. Boleh corat coret kalau ada izinnya. Itu kan dari masyarakat juga pengaduannya,” papar dia.

Ketika Mural Jadi Sorotan

Konten yang meresahkan itu kata dia, terkait adanya tulisan tuhan aku lapar dan kontek secara keseluruhan lainnya.

Konten yang dianggap bikin resah (DepokToday.com)
Konten yang dianggap bikin resah (DepokToday.com)

Menurut dia, pembuatan mural atau gambar lainnya di tembok dibolehkan, namun semua itu harus memiliki izin. Lienda juga mengakui tidak ada aturan di dalam perda Kota Depok nomor 16 tentang ketertiban umum yang mengatur konten atau isi gambar.

“Di perda tidak mengatur konten, tapi memang apapun kalau misalnya mau mengkritik pemerintah ya silahkan saja tapi lakukanlah dengan bijak tidak mencorat coret atau merusak barang orang lain,” jelas dia. (lala/*)