Heboh, Pria Asal Kediri Bikin Kerajaan di Depok  

1
1135
Kerajaan Warteg Bahagia (DepokToday, Rul)

CIMANGGIS- Kemunculan kerajaan baru kini mulai menjalar hingga ke wilayah Depok, Jawa Barat. Kali ini, seorang pria asal Kediri, Jawa Timur yang mendeklarasikan dirinya sebagai seorang raja dari sebuah kerajaan yang disebutnya Kerajaan Warteg Bahagia.

Alih-alih membangun sistem pemerintahan dan meraup keuntungan dengan cara menipu, kerajaan yang berdiri di kawasan Kelapa Dua, Cimanggis Depok ini memilih konsen dibidang ekonomi kreatif berbasis kuliner dan tentu saja, hasilnya pun halal.

Ya, Kerajaan Warteg Bahagia adalah label atau merek sebuah warung makan dengan harga kaki lima yang merupakan anak cabang dari Juara Grup. Berbeda dengan warteg pada umumnya, Kerajaan Warteg Bahagia menggagas konsep kekinian, layaknya restoran bonafit yang berada di sebuah ruko berlantai tiga.

Adalah Agus Riyadi, owner warteg yang mendeklarasikan dirinya sebagai Raja Kerajaan Warteg Bahagia. Seolah ingin memanfaatkan isu yang sedang hangat, Agus pun memplesetkan gelar untuk sejumlah jabatan staff dan pengurusnya, seperti Menteri Miss Komunikasi, Tumenggung, hingga Ratu dan para punggawa untuk para pramusaji lengkap dengan kostum tradisional khas kerajaan Jawa.

Sebelum upacara deklarasi dimulai, para pejabat kerajaan lebih dulu diarak menggunakan delman. Pemandangan ini pun sukses menyedot perhatian warga dan pengendara yang melintas di sekitaran Jalan RTM, Kelapa Dua, Depok, Sabtu 25 Januari 2020.

Agus menjelaskan, kerajaan ini didirikan untuk mendukung ekonomi negara yang berpihak kepada para pelaku usaha dari kalangan menegah ke bawah. Selain itu, kerajaan ini sengaja dihadirkan untuk mereka yang ingin makan enak namun memiliki bugdet terbatas.

“Idenya tumbuh karena kolaborasi, ide bersama. Saya hanya mendeklarasikan dan mewujudkan ide, mengajak para pemuda-pemudi bangsa Indonesia untuk berkarya,” katanya

Lebih lanjut Agus tak menampik, konsep yang digagas pihaknya tak terlepas dari keresahan akan munculan kerajaan palsu akhir-akhir ini.

“Kami berharap tidak ada hoax dan hanya menarik uang uang saja dengan mengatasnamakan kerajaan.”

Agus menambahkan, mereka yang bertugas di Kerajaan Warteg Bahagia berlatar belakang pendidikan beragam. “Kerajaan ini didirikan karena ingin mengangkat anak bangsa, karena tidak semua merasakan pendidikan tinggi, kita memberdayakan dari yang tamatan SD hingga S-3,” tuturnya

Sementara itu, Ahmad Dwi Saputro yang menyebut dirinya sebagai Menteri Miss Komunikasi Kerajaan Warteg Bahagia mengaku, pihaknya mendeklarasikan kerajaan ini atas dasar keprihatinan.

“Ada kerajaan yang mengangkat isu bangsa, kali ini kerajaan kami mengangkat isu pemberdayaan ekonomi dan bagaimana menjadi bangsa mandiri di kuliner,” paparnya didampingi Ketua Dewan Penasehat Juara Grup, Agung Prasetyo Utomo yang didaulat sebagai Tumenggung di kerajaan itu.

Pada awak media, Ahmad juga menyinggung soal isu akan adanya kenaikan gas elpiji tiga kilo. Ia menilai, jika kebijakan itu diberlakukan maka akan berdampak secara langsung pada pelaku usaha kecil, khususnya mereka yang bergerak di bidang kuliner.

“Kami dari Juara Grup prihatin atas kondisi ini dan mengajak insan kuliner Indonesia untuk bersatu padu dalam satu kerajaan. Program kami adalah menaikkan kapasitas dengan mentoring bisnis scaling up gratis,” katanya

Ahmad menegaskan, kerajaan yang dibangun pihaknya adalah sebuah filosofi yang bertujuan untuk mengangkat derajat ekonomi Usaha Kecil Menengah (UKM) dibidang kuliner.

“Dengan kita bersatu kita bisa menurunkan cost teman-teman warteg. Kita bisa order beras sama-sama ke petani. Kita juga bisa mendapatkan ayam perpotong dengan murah.”

Lebih lanjut dirinya menerangkan, menu masakan yang ditawarkan di Kerajaan Warteg Bahagia tak jauh berbeda dengan warteg pada umumnya. Hanya saja, ada beberapa olahan yang disajikan layaknya restoran hotel bintang lima, namun tetap dengan harga kaki lima.

“Harga yang kita tawarkan beragam. Kita mulai harga sayuran per porsi Rp 2 ribu dan yang paling mahal Sop Iga Rp 35.000. Ada juga paket Rp 10 ribu, nasi telur, sayur, kerupuk. Saat ini kami baru ada di Depok karena basis mahasiswa disini cukup banyak,” ujarnya. (rul/*)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here