Heboh, Petugas Apoteker di Depok Ini Ternyata Menteri BUMN Erick Tohir

Menteri BUMN, Erick Thohir saat jadi apoteker di Depok (DepokToday.com)
Menteri BUMN, Erick Thohir saat jadi apoteker di Depok (DepokToday.com)

DepokToday- Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN, Erick Thohir membuat heboh publik lantaran belum lama ini menyamar menjadi seorang petugas apoteker, di salah satu toko obat di Kota Depok. Aksi sang menteri ini pun viral dijagat media sosial.

Dalam unggahan akun Instagram pribadinya, Erick menyebut, aksinya itu bertepatan dengan Hari Pelanggan Nasional. Erick Thohir menjadi petugas layanan obat di Apotek Kimia Farma, di Depok.

“Selamat datang di Kimia Farma,” katanya dalam unggahan video di akun Instagram Erick dikutip pada Senin 6 September 2021.

Dalam video singkat itu terlihat, Erick mengenakan jas putih lengkap dengan masker dan faceshield.

Layaknya petugas apoteker, Erick pun memberikan pelayanan pada para pelanggan. Yang menariknya lagi, ketika mendampingi apoteker melayani pelanggan, Erick ternyata mengaku grogi.

“Ini yang beli kikuk, yang melayani kikuk, saya pun kikuk,” tuturnya disambut tawa sejumlah orang dalam video tersebut.

Erick Thohir Cari Ini di Apotek Depok

Selain melayani pelanggan, Erick juga mengecek ketersediaan obat-obatan di apotek tersebut, termasuk stok obat COVID-19. Ia menegaskan, pemerintah harus memastikan stok obat cukup, kendati tren kasus telah menurun.

“Jangan sampai lengah. Di saat pandemi naik, obat tidak ada, dan ketika pandemi turun, obat juga tidak ada. Jangan sampai seperti itu,” ucapnya dikutip dari Tempo.

Baca Juga: Gedek Banget, Komnas PA Minta Masyarakat Boikot Tayangan Saiful Jamil

Erick menjelaskan,  ada tujuh jenis obat terapi COVID-19 yang harus tersedia di apotek. Adapun jenisnya yaitu, Azithromycin, Favipiravir, Immunoglobulin, Ivermectin, Oseltamivir, Remdesivir, dan Tocilizumab.

Terkait hal itu, ia pun meminta para direksi Kimia Farma, apoteker, dan petugas layanan publik di apotek tetap waspada terhadap potensi kelangkaan pasokan obat-obatan yang dibutuhkan masyarakat.

Selain ketersediaan stok, Erick memeriksa kecocokan data obat-obatan dengan data di aplikasi Farmaplus atau situs farmaplus.kemkes.go.id. (rul/*)