Haul ke-26 K.H. Achmad Sjaichu, Pesantren Al-Hamidiyah Perkuat Aswaja

Peringatan Haul ke-26 K.H. Achmad Sjaichu yang bersamaan dengan peringatan tujuh hari wafatnya K.H. Achmad Zarkasih di Pesantren Al-Hamidiyah.(Foto: DepokToday/Ahi)

PANCORAN MAS—Pesantren Al-Hamidiyah Depok menggelar peringatan Haul ke-26 K.H. Achmad Sjaichu. Selain peringatan untuk Pendiri Pesantren, Al-Hamidiyah juga memperingati tujuh hari wafatnya K.H. Achmad Zarkasih yang merupakan Pengasuh Pesantren Al-Hamidiyah.

Rangkaian acara diisi dengan pembacaan Yasin, tahlil, zikir, testimoni dari para alumni, dan tausiyah yang digelar secara virtual serta offline dari Pesantren Al-Hamidiyah.

“Haul ke-26 ini gak disangka bersamaan peringatan wafatnya almarhum K.H. Achmad Zarkasih. Dari peringatan ini, kita ingin menapak tilas kembali semua transkip atau dokumentasi dari K.H. Achmad Sjaichu,” ujar Wakil Direktur Pendidikan Yayasan Islam Al-Hamidiyah, Marti Alifa, seusai acara, Kamis 14 Januari 2021.

Dibaca Juga: https://depoktoday.hops.id/pesantren-al-hamidiyah-tuan-rumah-kampanye-3-m/

Menurutnya, sebagai tokoh Nasional dan Internasional patut diteladani dan melanjutkan perjuangannya.

Ia mengungkapkan, salah satunya akan mengadakan kurikulum khusus ke-Al-Hamidiyah-an. Yaitu: semua nilai yang dicanangkan KH. Achmad Sjaichu untuk Pesantren Al-Hamidiyah berdasarkan ajaran Ahlussunah Wal Jama’ah (Aswaja) di semua tingkatan pendidikan.

“Kurikulum yang intinya berpihak ke ajaran Aswaja dan semua transkip ajaran almarhum. Nantinya akan kita masukkan di kurikulum semua santri, siswa didik Pesantren. Yang akan digunakan
untuk semua dasar pembelajaran,” terangnya sebagai perwakilan Keluarga ini.

Meski telah banyak meluluskan para santri dan Perguruan Tinggi, namun masih ada upaya yang terus ingin dicapai. Menurutnya, secara internal penguatan jaringan dan kerjasama antar alumni Pesantren Al-Hamidiyah terus diperkuat. Disamping itu, kerjasama dengan Organisasi seperti NU dan Lembaga lainnya lebih luas.

“Kita berupaya menyiapkan peserta didik atau santri yang siap menghadapi tantangan di masa mendatang. Salah satunya dengan memperbaiki sistem pendidikan riset dan teknologi. Apalagi, MTs dan MA Al-Hamidiyah oleh Kemenag terpilih sebagai Madrasah riset dan teknologi. Sehingga kita berupaya mempunyai program ke arah sana,” paparnya.

Sementara itu, Alumni Pesantren Al-Hamidiyah, Ustaz Saiful Anam, mengungkap kesan yang dirasakan bersama K.H. Achmad Sjaichu semasa hidup.

Menurut dia, salah satu Ketua PBNU dan Ketua DPRGR (1963-1965) itu dikenal sangat perhatian pada para santrinya. Ia mencontohkan, bagaimana saat mengajar kitab kuning menanyakan siapa yang tidak memiliki kitab dan memberinya.

“Semasa hidupnya dalam memimpin pesantren beliau sangat perhatian pada para santrinya. Ada tiga hal yang dapat dicontoh Kiai Sjaichu, orangnya penyayang dan cinta kepada para santrinya. Perhatian kepada para santrinya dan guru. Memikirkan santri/alumni ke depan,” terang Kasie Bimas Kemenag Jakarta Selatan ini.

Sedangkan Kepala Kemenag Kota Depok, H. Asnawi, mengapresiasi acara ini sebagai tradisi keagamaan. Menurutnya, sebagai bukti kecintaan keluarga, murid mendoakan guru yang telah meninggal lebih dahulu.

“Jadi bukan semata-mata mendoakan saja, tapi banyak suri tauladan bagi pendiri pesantren sebagai tokoh Nasional dan Internasional. Momen penting ini bagian tidak terpisahkan, terus kita ingat dan pelajari. Khususnya, bagi pemangku di Pesantren. Sepak terjangnya bisa dilanjutkan bagi penerus dan dapat laksanakan. Semoga kita menjadi orang beruntung. Mari kita dukung terus dan sukses buat Pesantren Al-Hamidiyah,” harapnya.

(ahi)