Hasil Survei Sebutkan Kepatuhan Protokol Kesehatan Penyintas COVID-19, Ternyata Begini

Ilustrasi hejala Covid hilangnya penciuman. (Istimewa)
Ilustrasi hejala Covid hilangnya penciuman. (Istimewa)

DepokToday – Menjadi seorang penyintas COVID-19, ternyata mempengaruhi diri kita lebih taat kepada protokol kesehatan. Hal itu dibuktikan dari hasil survei dari Health Collaborative Center (HCC).

Melansir dari Suara.com, berdasarkan COVID-19 Preventive Behavior Index (CPBI) atau tingkat perilaku pencegahan, orang dengan ketegori tersebut memiliki skor CPBI tinggi.

Artinya menjadi penyintas dan atau memiliki keluarga/kerabat yang pernah menderita COVID-19 menunjukkan tata laksana prokes yang dijalankan dengan baik.

“Baik mereka yang survivor (penyintas) pernah kontak erat, maupun ada anggota keluarga yang pernah kena Covid-19, mereka lebih baik dalam menerapkan prokes,” kata dia.

Menurut dia, disiplin dalam menjalankan prokes juga menunjukkan sikap mereka mencegah diri agar tidak terinfeksi kembali.

Selain pengalaman pribadi, Ray mengungkapkan bahwa kebanyakan sikap waspada masyarakat Indonesia juga terpengaruh dari pemberitaan mengenai COVID-19.

“Ada beberapa aspek yang menurut mereka jadi pemicu kenapa mereka khawatir, karena aspek berita. Jadi ini merupakan salah satu indikator untuk menghargai upaya media bahwa skor khawatir, awas para orang Indonesia lebih banyak di-drive oleh pemberitaan Covid,” tuturnya.

Temuan hasil survei soal kepatuhan protokol kesehatan

Terutama saat gelombang kedua terjadi pada Juli lalu. Di mana angka kematian pasien COVID-19 di Indonesia sempat meningkat, banyak rumah sakit penuh, dan tenaga kesehatan kewalahan, informasi tersebut yang mampu memengaruhi sikap waspada masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Pesan Wali Kota Depok, Ini Tiga Aspek Penting dalam Penanganan Bencana

Namun, temuan lainnya, orang-orang dengan skor CPBI yang rendah kebanyakan didapatkan oleh kelompok yang belum bahkan enggan divaksinasi COVID-19.

Ray menyampaikan, dari 1.800 responden dalam survei HCC, sebanyak 65 persen di antaranya sudah divaksinasi, 21 persen sudah pernah terinfeksi COVID-19, 30 persen memiliki anggota keluarga yang pernah terinfeksi, dan 45 persen pernah kontak erat dengan pasien COVID-19.

Sementara, 35 persen responden yang belum maupun enggan divaksinasi itu lah yang memiliki skor CPBI sangat rendah. Artinya, mereka tidak menjalankan protokol kesehatan dengan baik.

“Jadi memang pada dasarnya enggak mau divaksin dan tidak divaksin itu sudah satu paket dengan prokes jelek,” pungkasnya. (lala/*)