Hari Santri Nasional 2019, Wali Kota Depok: Sudah 97 Ponpes yang Terdaftar

BALAIKOTA-Wali Kota Depok, M. Idris, mengungkapkan bahwa sebanyak 97 pondok pesantren (ponpes) di Kota Depok yang sudah terdaftar sebagai sarana pendidikan keagamaan.

Hal itu disampaikan Idris ketika ditanya wartawan perihal jumlah ponpes yang ada di Kota Depok.

“Ada 97 yang sudah terdaftar,” ungkap Idris di sela acara peringatan Hari Santri Nasional 2019 di Balaikota Depok, Jalan Margonda, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Selasa (22/10/2019).

Kata Idris, dari 97 ponpes yang terdaftar itu, jumlah santrinya sekira 16 ribu orang.

Disinggung mengenai perhatian dari pemerintah kota (pemkot) terutama tentang bantuan anggaran untuk ponpes, Idris mengaku tidak dapat memasukannya ke dalam anggaran belanja daerah.

“Nah, kalau itu nanti sifatnya per yayasan. Kenapa? Karena kita gak bisa masukan dalam anggaran belanja langsung. Karena Hari Santri Nasional sudah ada undang-undangnya, sehingga soal anggaran harus dikomunikasikan agar tidak ada anggaran double dan jangan sampai saling mengandalkan juga,” paparnya.

Terkait Hari Santri Nasional 2019, Idris menegaskan, acara ini sebagai revitalisasi perjuangan membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Di Jawa Timur saat memperjuangkan kemerdekaan, KH. Hasyim Ashari menawarkan resolusi jihad untuk para santrinya. Para kiai pun ikut gerakan itu, yang kemudian muncul perjuangan bangsa secara keseluruhan pada 10 November. Jadi intinya Hari Santri Nasional adalah revitalisasi perjuangan membela NKRI,” pungkas Idris.(idr)