Hari Pertama Larangan Mudik, Polisi Cegat 17 Kendaraan di Perbatasan Depok-Bogor   

Aparat TNI-Polri memantau pergerakan arus mudik di Jalan Raya Sawangan (Istimewa)
Aparat TNI-Polri memantau pergerakan arus mudik di Jalan Raya Sawangan (Istimewa)

SAWANGAN- Ratusan aparat gabungan telah dikerahkan ke sejumlah wilayah titik penyekatan di Kota Depok. Kebijakan ini terkait dengan keputusan pemerintah soal larangan mudik yang mulai berlaku hari ini, sampai dengan 17 Mei 2021.

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Imran Edwin Siregar menuturkan, saat ini sudah terpasang delapan posko pemantau (cek point) dan dua posko penyekatan di wilayah perbatasan antara Depok-Bogor.

“Kalau dia KTP Bogor kita lepas tapi kalau KTPnya Jawa Tengah misalnya, maka akan kita minta putar kembali,” katanya dikutip pada Kamis 6 Mei 2021.

Baca Juga: Klaster Pertemuan Ibu-ibu di Depok, 26 Orang Positif COVID

Ia menjelaskan, untuk Depok akan dilakukan filterisasi bukan penyekatan secara total karena masih dalam wilayah aglomerasi sesuai dengan surat edaran Satgas COVID-19.

Namun demikian, Imran menegaskan, proses pemeriksaan bakal diterapkan secara ketat dengan sasaran calon pemudik.

“Kita cek KTP dan kita tanya tujuannya, kalau beda, maka akan kita putar balik karena ada indikasi mudik lewat jalur alternatif.”

Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Andi M Indra Waspada menuturkan, saat ini sudah ada sebanyak 17 calon pemudik yang telah diminta untuk putar balik atau kembali ke rumahnya masing-masing.

Mereka berhasil dihalau saat sedang melintas di Jalan Raya Parung-Ciputat tepatnya di kawasan Bojongsari, Depok. “Hampir rata-rata KTPnya adalah KTP Jawa Tengah.”

Lebih lanjut Andi mengatakan, selain menyiagakan sejumlah posko penyekatan, Depok juga telah menyiapkan pos cek point.

“Pos cek point berkaitan dengan pengamanan lebaran dan prokes (protokol kesehatan) namun di wilayah perbatasan kita lakukan filterisasi,” jelasnya. (rul/*)