Hari Ini, PN Depok Siapkan Hakim untuk Kasus Raffi Ahmad

Raffi Ahmad saat menghadiri pesta (Istimewa)

CILODONG- Pengadilan Negeri (PN) Depok telah menerima register terkait gugatan terhadap presenter kondang, Raffi Ahmad pada Jumat sore, 15 Januari 2021. Ia dijerat atas dugaan melanggar protokol kesehatan usai suntik Vaksin Sinovac bareng Presiden RI, Joko Widodo.

“Jadi sudah ada nomor perkaranya Nomor 13/Pdt.G/2021/PN Dpk,” jelas Humas Pengadilan Negeri Depok, Nanang Herjunanto saat dikonfirmasi awak media

Baca Juga: Advokat Publik Gugat Raffi Ahmad ke Pengadilan Negeri Depok

Hingga saat ini, kata Nanang, gugatan atas perkara itu sedang diproses untuk penunjukan majelis hakim.

“Setelah ada penunjukan majelis hakim baru penetaapan hakim,” katanya

Nanang memastikan penunjukan hakim dilakukan hari ini juga, begitupula penetapannya.

“Tapi untuk hari sidangnya tergantung majelis hakimnya yang akan ditunjuk ini, tanggal berapanya (sidang) belum tahu kita,” jelasnya

Ia menyebut, gugatan tersebut tidak perlu melalui tahap kajian.

“Ini kan gugatan perbuatan melawan hukum. Jadi ini gugatan perdata secara biasa lah. Kemungkinan seperti itu. Kalau registernya nih perbuatan melawan hukum,” bebernya

Untuk diketahui, Advokat Publik, David Tobing mengaku telah mengajukan gugatan terhadap Raffi Ahmad pada Pengadilan Negeri Depok dengan nomor registrasi online PN DPK-012021GV1 melalui kuasa hukumnya Richan Simanjuntak dan Winner Pasaribu.

Raffi digugat karena dianggap melanggar protokol kesehatan karena menghadiri pesta dan terlihat tidak mengenakan masker saat berfoto bersama sejumlah artis lainnya. Peristiwa itu terjadi usai Raffi menjalani vaksinasi pada Rabu 13 Januari 2021.

David menjelaskan, gugatan itu sesuai kapasitasnya sebagai seorang advokat yang wajib menegakkan hukum dan sebagai warga negara yang peduli akan penanggulangan COVID-19 dan mendukung program vaksinasi yang dilakukan Pemerintah.

Selain melanggar aturan, David juga menganggap tindakan Raffi sudah melanggar norma kepatutan dan prinsip kehati-hatian yang membuktikan bahwa Raffi tidak melaksanakan kewajiban hukumnya sebagai tokoh publik dan influencer untuk mensosialisasilan program vaksinasi dan protokol kesehatan. (rul/*)