Hardiono “Skakmat” Idris Soal Usulan Bangun Monorel di Depok

MARGONDA-Usulan Pemkot Depok tentang wacana menghadirkan transportasi berbasis rel (monorel) yang disampaikan Mohammad Idris selaku wali kota kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Jakarta, Jumat (24/1/2020), mendapat tanggapan kontra dari sejumlah pihak.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, drg. Hardiono, bahkan menyindir Idris telah ceroboh dan bohong, karena rencana di tata ruang Pemkot Depok tidak ada rencana pembangunan transportasi publik berbasis rel.

“Itu kan proyek pusat tentang LRT, kok diaku-aku, timnya aja yang ceroboh. Saya sudah tanyakan ke wali kota tapi tidak direspon,” ujar Hardiono saat dikonfirmasi seorang wartawan melalui whatsapp (WA), Minggu (26/1/2020), sebagaimana dikutip dari depoktren.com.

Menurutnya, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) nanti akan dibuat, karena saat ini baru masuk pembuatan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2021 dimana prosesnya melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

“Kalau ada yang bertanya sebenarnya itu proyek pusat atau daerah. Jawabannya bisa diketahui dengan mengecek ke Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), itu proyek pemkot atau pusat,” paparnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Depok, H. Acep Azhari, menilai wacana pembangunan transportasi berbasis rel di Depok masih belum siap.

Sebab, kata dia, saat ini yang diperlukan untuk membangun Kota Depok adalah perbaikan sarana maupun prasarana penunjang seperti penambahan ruas jalan, pelebaran jalan dan lainnya.

“Saat ini yang diperlukan penanganan berbagai masalah masyarakat seperti kemiskinan, lapangan pekerjaan, kesehatan, pendidikan dan lainnya. Ini yang harus segera dilaksanakan, bukan malah usulan transportasi berbasis rel,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Depok, Mohammad Idris didampingi Kepala Dishub Depok Dadang Wihana, mengajukan berbagai usulan untuk mengatasi kemacetan serta kesemrawutan ke Kementerian Perhubungan RI melalui sistem transportasi berbasis rel atau monorel di masa mendatang.

Seperti diketahui keempat koridor tersebut yakni, koridor 1 sepanjang 10,8 KM yang dimulai dari Transit Oriented Development (TOD) Pondok Cina sampai Stasiun LRT Cibubur, koridor 2 sepanjang 16,7 KM dari TOD Depok Baru sampai Cinere dan diharapkan dapat terkoneksi dengan stasiun MRT Lebak Bulus.

Kemudian, koridor 3 sepanjang 10,7 KM mulai dari TOD Depok Baru sampai Bojongsari, serta koridor 4 sepanjang 13,8 KM mulai dari TOD Depok Baru sampai TOD Gunung Putri.(ahi)