Handiyana Desak Polisi Ringkus Dalang Penyekapan di Hotel Margo

Handiyana datangi Mapolres Metro Depok (Foto: Isitimewa)
Handiyana datangi Mapolres Metro Depok (Foto: Isitimewa)

DepokToday– Polisi telah menetapkan empat tersangka atas kasus penyekapan Handiyana Sihombing, seorang pengusaha dan istrinya di Hotel Margo, Depok. Kasus ini sempat menjadi sorotan publik lantaran viral di media sosial.

“Alhamdulillah ya kita berterima kasih karena sudah banyak yang dijadikan tersangka,” kata John Mathias, pengacara korban saat mendatangi Polres Metro Depok pada Jumat 29 Oktobert 2021.

Namun pihak korban belum puas sampai disitu. Mereka berharap, polisi bisa mengungkap dalang dibalik kasus penyekapan ini.

“Nah untuk pelaku intelektual katanya sudah 2 panggilan tidak datang. Tentu polisi akan sesuai dengan peraturan, juga akan memanggil paksa,” tuturnya.

Menurut John Mathias dan kliennya, empat orang jadi tersangka ini hanyalah orang bayaran.

“Dalam hal ini kan yang dijadikan tersangka baru pesuruh. Nah yang menggerakan ini yang paling penting. Jadi kita mnta ini secepatnya dilakukan pemanggilan paksa itu.”

Ketika disinggung siapa sosok aktor intelektual yang dimaksud? John Mathias tidak membeberkan secara rinci.

“Orang-orang yang diperiksa ini kan orang suruhan, orang gajian yang tidak mungkin mereka melakukan hal yang ibaratnya, menggerakkan sesuatu itu untuk melakukan penculikan,” katanya.

“Pasti ada yang menggerakan. Itu sudah tergambar dari hasil pemeriksaan saksi-saksi,” sambungnya.

Handiyana Trauma Disekap 3 Hari di Hotel Margo

Baca Juga: Kalian Pecinta Sinetron Buku Harian Seorang Istri, Sekarang Bisa Curhat dan Bantuin Nana dengan Cara Ini Lho

Sementara itu, Handiyana Sihombing, korban dalam kasus ini menyampaikan apresiasinya pada jajaran Satuan Reskrim Polres Metro Depok karena telah bergerak cepat dalam mengusut kasus penyekapan di Hotel Margo beberapa waktu lalu.

Ia pun berharap, pelaku utama bisa mendapat ganjaran yang setimpal.

“Saya memohon pada pimpinan Polri. Bagaimana rasanya saya disekap dalam sebuah ruangan, tiga hari, kemudian dilakukan pemukulan, kemudian lepas barang-barang saya diambil. Lalu sekarang tersangka tersebut masih bebas berkeliaran di luar,” katanya.

Handiyana mengaku, sampai saat ini dirinya masih dilanda rasa was-was usai kejadian tersebut.

“Saya secara pribadi jujur masih sangat ketakutan. Karena itu tadi, orang itu kan sudah menganiaya saya nih. Jangan-jangan di luar juga dia akan melakukan penganiayaan, karena posisinya di luar,” tuturnya.

“Jadi saya mohon juga pada bapak-bapak pimpinan Polri, dan lain-lain agar proses ini cepat selesai. Sehingga saya mempunyai keluarga ingin kembali lagi kehidupan normal,” sambungnya. (lala/*)