Hakim Bebaskan Mandor Tukang Bangunan Terkait Kebakaran Gedung Kejagung

Kebakaran gedung Kejagung (Foto: Istimewa)
Kebakaran gedung Kejagung (Foto: Istimewa)

DepokToday- Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Selatan akhirnya membebaskan mandor tukang gedung Kejagung yang terbakar pada tahun lalu. Hakim menilai, terdakwa terkait kasus itu secara sah tak terbukti bersalah atas tuntutan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dengan demikian, Uti Abdul Munir (mandor) terdakwa atas kasus ini pun akhirnya bisa bernafas lega.

“Menimbang bahwa oleh karena terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan penuntut umum maka harus dikembalikan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, dan kedudukan dan harkat serta martabatnya,” kata Elfian dikutip pada Selasa 27 Juli 2021.

Dalam kasus ini, lima terdakwa lainnya merupakan tukang bangunan telah divonis 1 tahun penjara sesuai yang dimintakan oleh Jaksa Penuntut Umum. Kelima tukang bangunan yang dimaksud yaitu Imam Sudrajat, Sahrul Karim, Karta, Tarno dan Halim.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, majelis hakim menilai kelima terdakwa ini terbukti melanggar Pasal 188 KUHP Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981.

Tentang Kebakaran Gedung Kejagung

Kebakaran gedung Kejagung terjadi pada 22 Agustus 2020. Dalam tuntutannya dikutip dari laman PN Jakarta Selatan, JPU menyatakan terdakwa Uti Abdul Munir telah terbukti melakukan tindak pidana.

Uti dianggap telah melakukan, menyuruh melakukan, turut serta melakukan karena kesalahan (kealpaan) menyebabkan kebakaran, ledakan atau banjir, jika karena perbuatan itu timbul bahaya umum bagi barang, jika karena perbuatan itu timbul bahaya bagi nyawa orang lain atau jika karena perbuatan itu mengakibatkan orang mati, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 188 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga: Polisi Ciduk Jaringan Pemalsu Surat Swab Antigen, Sepekan Jual 80 Surat

Untuk itu, jaksa meminta hakim Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Uti Abdul Munir dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 6 (enam) bulan dengan perintah agar terdakwa segera ditahan.

Namun dari hasil persidangan Uti akhirnya dinyatakan tak bersalah. Ia pun dibebaskan dari tuntutan tersebut. (rul/*)