Guru SDIT Taman Ilmu Dilatih Mengenali Masalah Kesulitan Belajar Beserta Solusinya

SDIT Taman Ilmu
Guru SDIT Taman Ilmu mengikuti pelatihan secara online. (Foto: Istimewa)

SDIT BEJI—Guru SDIT Taman Ilmu yang berlokasi di Beji, dilatih mengenali masalah kesulitan belajar yang terjadi pada anak-anak di masa pandemi COVID-19. Selain itu, mereka juga diberikan penanganannya agar anak-anak mau belajar.

Pelatihan tersebut dilaksanakan secara virtual menggunakan aplikasi zoom meeting. Kegiatannya dibuka oleh Direktur PT. KSEI, Supranoto Prajogo.

Kehadiran PT. KSEI di acara ini sebagai bentuk Corporate Social Responsibilities (CSR) PT. KSEI @ksei.official dengan menggandeng @klinik.pela9.

Tema yang diangkat pada kelas edukasi untuk guru itu adalah “Mengenali Masalah Kesulitan Belajar dan Penanganannya Pada Anak.”

Kepala SDIT Taman Ilmu, Yulianti Susanti, mengungkapkan, pelatihan ini dapat memberikan dampak positif dalam pengembangan profesionalitas guru di SDIT Taman Ilmu, terutama dalam hal penanganan Anak Berkebutuhan Khusus atau ABK.

“Sebagai insan pembelajar, tiada hentinya manusia mencari dan menemukan hal-hal baru untuk memperkaya pengetahuan dan pengalaman,” kata Yulianti kepada wartawan, Jumat 5 Maret 2021.

“Sebagai pendidik, guru-guru SDIT Taman Ilmu membuka diri pada ilmu pengetahuan yang terus berkembang. Beradaptasi pada perkembangan ilmu pengetahuan baru, dan mendukung penuh kemajuan pendidikan di Indonesia,” sambungnya.

DIBACA JUGA: https://depoktoday.hops.id/alhamdulillah-guru-di-jabar-mulai-nikmati-rumah-subsidi/

Diungkap Yulianti, pada kelas edukasi online ini dibahas berbagai kesulitan belajar pada peserta didik dan bagaimana cara mengatasi problem tersebut.

Menurutnya, tanpa disadari guru sebagai pendidik seringkali memandang anak yang sulit membaca adalah anak yang bodoh. “Padahal jika ditelusuri lebih dalam, anak belum bisa menulis disebabkan oleh kesulitan belajar spesifik yang dialami,” terangnya.

Sehingga, terang dia, anak memerlukan dukungan penuh dan program khusus untuk meningkatkan kemampuan menulis dan meminimalisir kesulitan belajarnya agar anak dapat terus tumbuh dengan percaya diri, mandiri, jujur, terampil, dan berakhlak mulia.

“Terimakasih yang sebesarnya kami haturkan kepada PT. KSEI dan juga Klinik Pela 9 yang telah memberikan kesempatan belajar kepada guru di SDIT Taman Ilmu. Semoga pelatihan ini bukanlah yang pertama dan terakhir, sehingga kami sebagai guru dapat memperoleh kesempatan untuk mengembangkan diri dengan pelatihan lainnya,” katanya.

(hen)