Gunadarma-Omnisci Kaji Pengelolaan Data di Indonesia, Ini Hasilnya

0
104
RoboHelm buatan Gunadarma (Istimewa)

MARGONDA- Universitas Gunadarma bersama OmniSci dan PT. Epsindo Prima Sinergi belum lama ini telah menggelar webinar OmniSci Indonesia Summit 2020 bertajuk Big Data, AI, dan Data Analytics.

Webinar itu dilaksanakan untuk meningkatkan awareness dan adopsi teknologi pengolahan data dan bagaimana mempercepat pengembangan sumber daya manusia di Indonesia agar dapat menguasai teknologi pengolahan data seperti big data, AI, dan data analytics.

“Webinar ini diharapkan menjadi suatu inspirasi pentingnya pengelolaan data dimana Indonesia memiliki data yang sangat besar, dan menampilkan data tersebut dalam visualisasi yang interaktif dan real time,” kata panitia pelaksana Astie Darmayantie selaku, Kamis 3 Desember 2020

Ia meyakini, hal itu akan menjadi insight yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan strategi dan bisnis, sekaligus menjadi batu loncatan yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam mengelola teknologi pengolahan data seperti big data, artificial intelligence atau AI, dan data analytics.

Baca Juga: Gunadarma Ciptakan RoboHelm untuk Pasien Covid-19  

Webinar tersebut diawali dengan pembukaan dan sambutan oleh rektor Universitas Gunadarma, Margianti. Beberapa organisasi teknologi informasi juga turut mendukung kegiatan ini, diantaranya Ikatan Profesi Komputer dan Informatika Indonesia (IPKIN), Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM), dan Indonesia Artificial Intelligence Research Consortium (IARC).

Turut mendukung acara ini juga adalah NVIDIA sebagai pelopor teknologi parallel computing berbasis Graphical Processing Unit (GPU).

“Sebanyak 550 peserta ikut bergabung dalam online conference Zoom dan tambahan 540 views dari platform Youtube, sehingga total penayangan webinar ini adalah sekitar 1.090 views,” jelas Astie

Sementara itu, Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Nizam memaparkan tentang peluang munculnya pekerjaan baru berkat adanya inovasi AI di Indonesia.

Ia juga menyampaikan perkembangan yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah, terutama bidang pendidikan, tentang percepatan pengembangan AI, yakni dari program kampus merdeka dan penguatan kurikulum IT untuk pendidikan dasar dan tinggi.

“Ini adalah peluang besar bagi kita semua untuk melakukan lompatan-lompatan, karena setiap kita mempunyai akses yang luas terhadap teknologi dan akses yang sangat luas terhadap pasar,” katanya

Terlebih, dengan hadirnya artificial intelligence technology, big data analytics dan Internet of Things. Perubahan ini atau yang lebih kita kenal dengan Industry 4.0, telah mengancam 23 juta lapangan pekerjaan di Indonesia akan hilang dan akan digantikan oleh otomasi.

“Tapi munculnya peluang dengan lahirnya pekerjan baru yang 2 kali lebih banyak dari yang hilang, melalui kreatifitas dan inovasi yang lahir dari teknologi dan pengetahuan,” kata Nizam.

Ketua Pelaksana Dewan TIK Nasional (WanTIKNas), Ilham A. Habibie menuturkan tentang pemanfaatan big data, AI, dan data analitik dalam mendukung transformasi digital.

Dikatakannya, bahwa keseriusan pemerintah dalam percepatan transformasi digital dengan memaparkan progress pemerintah Indonesia dalam mengelola big data dengan Perpres satu data.

“Teknologi informasi dan komunikasi itu sangat penting dan sangat mendasar,” ujarnya

Kemudian mengenai Perpres satu data ini juga sangat penting sebagai suatu kunci bagaimana kita menggapai masa depan yang lebih cerah berdasarkan pengolahan dan pengumpulan data dalam jumlah yang besar sekali yang diolah dengan menggunakan kecerdasan artificial.

“Kemudian adanya strategi nasional kecerdasan artificial ini diharapkan mendukung implementasi transformasi digital yang kita harapkan supaya kita sebagai bangsa dan negara bisa lebih maju di masa mendatang,” katanya

Director Developer Ecosystem NVIDIA Ettikan K. Karuppiah memaparkan bahwa kebutuhan pengolahan data sekarang meningkat eksponensial, sekitar 3.000 kali lebih berat dibanding 4 tahun lalu. Beliau juga menyampaikan teknologi terbaru dari NVIDIA bernama NVIDIA DGX A100 yang membantu banyak penelitian di dunia.

“Terkait pandemic COVID-19 dimana NVIDIA banyak membantu institusi terkait dalam pembuatan vaksin beragam virus yang dalam prosesnya membutuhkan tingkat komputasi yang masif,” katanya. (rul/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here