Gen Seseorang yang Berisiko Depresi Bisa Ditunjukan dari Gejala Fisik Ini

Ilustrasi pemikiran otak cerdas (Foto: Istimewa)
Ilustrasi pemikiran otak cerdas (Foto: Istimewa)

DepokToday – Peneliti menemukan adanya hubungan gejala fisik dengan genetik seseorang yang kemungkinan terkena depresi.

Hasil penelitian ini dilakukan para peneliti dari Universitas Queensland, Australia, dalam penelitiannya, depresi mayor, cenderung punya gejala fisik, seperti nyeri kronis, kelelahan, dan migrain.

Menurut peneliti, Enda Byrne dari Institute for Mulecular Bioscience UQ, pp merupakan gangguan serius dengan risiko kesehatan yang buruk seumur hidup penderita.

“Sebagian besar orang depresi yang didiagnosis secara klinis mengeluhkan gejala fisik yang menyebabkan penderitaan dan (ini) dapat berdampak parah pada kualitas hidup orang tersebut,” jelas Byrne, lapor Medical Xpress seperti disitat dari Suara.com.

Dia melanjutkan bahwa tujuan penelitiannya adalah untuk lebih memahami dasar biologis dan mendeteksi berbagai gejala penting.

“Pada akhirnya penelitian kami bertujuan untuk lebih memahami risiko genetik dan menghasilkan angka risiko secara lebih akurat untuk digunakan dalam penelitian dan pengobatan,” sambungnya.

Meski banyak terobosan baru dalam hal ini, menemukan faktor risiko genetik akan depresi sulit karena variasi usia pasien, respons terhadap pengobatan, dan adanya gangguan mental serta fisik tambahan lainnya.

Baca Juga: Terpopuler DepokToday, 20 Oktober 2021: Mahasiswa Korea Histeris Dengan Jokowi, McDanny Jadi Incaran

“Studi genetik sebelumnya telah memasukkan peserta yang mengeluhkan perasaan khawatir atau tegang, tetapi (gejala) itu mungkin tidak sesuai dengan kriteria ‘resmi’ untuk diagnosis depresi,” imbuhnya.

Penelitian Depresi Menganalisis 15.000 Orang

Dari permasalahan tersebut, Byrne dan rekannya bekerja sama dengan QIMR Berghofer Medical Research Institute untuk menganalisis lebih dari 15.000 data sukarelawan yang berisi rincian riwayat kesehatan mental, gejala depresi, serta sampel DNA air liur mereka.

Akhirnya, mereka menemukan bahwa orang dengan risiko genetik terkena depresi klinis lebih mungkin mengalami gejala fisik, mulai dari nyeri kronis hingga migrain.

“Ini juga terkait dengan tingginya tingkat gejala somatik, yakni gejala fisik yang membuat susah dan dapat berdampak parah pada kualitas hidup penderita,” lanjut Byrne.

Meski begitu, Byrne mengatakan hasil studinya ini memerlukan penelitian yang lebih besar untuk menyelidiki berbagai gejala yang dialami penderita. (lala/*)