Gempur Jalur Senjata KKB, TNI Turunkan Kalajengking Hitam

Pasukan kalajengking hitam yang diturunkan cegat pasokan senjata KKB (Foto: Istimewa)
Pasukan kalajengking hitam yang diturunkan cegat pasokan senjata KKB (Foto: Istimewa)

DepokToday- Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB kembali membuat ulah di Papua. Bahkan belum lama ini, mereka membakar sebuah mobil tangki, ambulans, hingga sebuah bangunan di Bandara Bilogai, Intan Jaya.

Tak tinggal diam, berbagai strategi pun gencar dilakukan militer Indonesia untuk mempersempit ruang gerak para pelaku yang dicap sparatis tersebut.

Baca Juga: Ketika Jokowi Penasaran dengan Game PUBG, Ada yang Berani Nembak?

Bahkan kini, pimpinan militer Indonesia telah menerjunkan Yonif 126/Kala Cakti yang ditugaskan berjaga di perbatasan Papua. Pasukan dengan lambang kalajengking hitam itu ditugaskan untuk menjaga perbatasan Republik Indonesia dengan Papua Nugini.

Hal ini dinilai penting mengingat KKB Papua kerap mendapat pasokan amunisi, senjata hingga perlengkapan lainnya dari oknum di perbatasan Papua Nugini.

TNI (Foto: Istimewa)
TNI (Foto: Istimewa)

Baca Juga: Papua Membara! OPM Kembali Intens Perang Lawan TNI-Polri

Berdasarkan laporan dari laman kodam1-bukitbarisan.mil.id, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin memimpin langsung acara Pengantaran Satgas Yonif 126/Kala Cakti dalam rangka operasi pengamanan perbatasan RI – PNG di Sektor Utara Ta 2021.

Adapun upacara itu dilaksnakan di Lapangan Yudha Mako Yonif 126/KC Desa Perjuangan, Kec. Sei balai, Kab. Batu bara, pada Kamis, 28 oktober 2021.

Baca Juga: Terancam Dibubarkan Kapolda, Tim Jaguar: Kami Satya Haprabu

Mayjen TNI Hassanudin berharap agar Satgas Yonif 126/Kala Cakti yang dikirim ke Papua mampu mengemban tugas mulia dan menjaga kehormatan satuan, kehormatan Kodam I/Bukit Barisan, kehormatan TNI AD, sekaligus menjaga keutuhan serta kedaulatan Indonesia.

Pesan Sang Jenderal

Berkaitan dengan perkembangan terakhir situasi keamanan di wilayah Papua, khususnya daerah perbatasan, masih sering terjadi aksi dari kelompok bersenjata yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ini bukanlah tugas yang ringan, namun akan menjadi ringan apabila kalian melaksanakannya dengan tulus, ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab, dengan tetap sabar dan waspada, namun tegas dalam bertindak,” katanya dikutip pada Senin 1 Novmebre 2021.

Baca Juga: 4 Ciri Orang yang Jadi Tumbal Praktik Pesugihan, Terakhir Ngeri Banget

Ia menekankan para prajuritnya agar jangan mudah terpancing oleh provokasi yang negatif, yang pada akhirnya akan merugikan satuan.

“Jadilah prajurit yang kuat tetapi tidak kasar, jadilah prajurit yang baik tetapi tidak lemah,” tegasnya.

Tentang Pasukan Kalajengking Hitam yang Ditugaskan Cegat KKB

Data yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, Batalyon Infanteri 126/Kala Cakti atau Yonif 126/KC merupakan Batalyon Infantri di bawah komando Korem 022/Pantai Timur, Kodam I/Bukit Barisan.

Adapun embrio batalyon merupakan Yonif 124/Solu Bolon sesuai Skep Pangdam I BB, tanggal 30 April 1962 merupakan penyempurnaan batalyon D yang berkedudukan di Marendal dan dipindahkan ke Sibolga.

Pasukan TPNPB-OPM. Foto Facebook TPNPB-OPM
Pasukan TPNPB-OPM. Foto Facebook TPNPB-OPM

Saat ini mako Yonif 126/Kala Cakti bermarkas di Desa Perjuangan, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batubara.

Yonif 126 KC yang berkedudukan di Bunut, Kisaran dengan 750 personel dengan 3 daerah teritorial yaitu Kabupaten Asahan, Kota Tanjungbalai dan Labuhanbatu memiliki 6 dislokasi yaitu Mayon di Bunut, kompi markas di Sibogat, kompi senapan di Tanjung Kasau, kompi senapan B di Damuli, kompi senapan C di Rantauprapat dan kompi bantuan di Pulo Raja.

Baca Juga: Mantap! Kesenian Gong Si Bolong Jadi Warisan Budaya Indonesia

Memiliki lambang dengan seekor kala jengking warna hitam dengan tulisan “Kala Cakti” mengelilinginya melambangkan kesatuan yang kokoh, tangkas dilengkapi dengan senjata api bermakna siap melaksanakan tugas.

Dan tulisan Kala Cakti melambangkan sifat seperti kala dengan ecto ciri sederhana, mempunyai keyakinan yang teguh, kokoh dan percaya kepada diri sendiri, memiliki daya tahan yang tinggi dan kemampuan untuk menghancurkan lawan dengan senjata ampuh.

Memiliki motto berani dan percaya diri kini telah menjadi satuan organik (tempur) dan teritorial. (rul/*)