Gelora Sebut 20 Persen Kader PKS Depok Tak Dukung Petahana

Kandidat di Pilkada Depok (Istimewa)

MARGONDA- Ketua DPD Partai Gelora Kota Depok, Subhan Rafei, mengatakan sejumlah kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak kompak dalam mendukung pasangan calon (paslon) wali-wakil wali kota Mohammad Idris-Imam Budi Hartono.

Padahal, mereka adalah paslon resmi yang diusung oleh partai berlambang bulan sabit padi itu.

“Dari hasil survei yang kami lakukan ada 20 persen kader PKS Depok yang memutuskan memiih Pradi-Afifah (rival Idris-Imam). Alasannya pola kepemimpinan,” ucap Subhan pada Kamis 3 Desember 2020

Tak hanya itu saja, ia juga memprediksi kemungkinan lainnya adalah sejumlah kader PKS Depok yang lain memilih vakum pilihan dengan alasan yang senada.

Baca Juga: Ayo Nyoblos, Subhan Gelora: Jangan Biarkan Depok Begini-gini Aja

Subhan menilai, rezim PKS yang telah berkuasa di Depok selama hampir dua dekade hanya menjadikan jabatan Wali Kota Depok sebagai pembuktian kekuatan dan hegemoni politik.

“Kami melihat Wali Kota Depok saat ini (Idris) miskin inovasi, tidak piawai membangun harmonisasi kerja dan kurang inisiatif dalam merangkul kekuatan potensial yang dimiliki warganya. Seperti berjalan tanpa arah dan minim terobosan,” paparnya

Terkait hal itu, Subhan pun mengajak warga Depok untuk menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember 2020.

“Jangan sampai golput atau tidak menentukan hak pilihnya karena ini menyangkut masa depan 5 tahun yang akan datang. Kalau kita tidak peduli untuk kemajuan Kota Depok 5 tahun lagi, maka akan begini-begini saja.”

Diberitakan sebelumnya, mantan Humas DPD PKS, Bramastyo Bontas secara terang-terangan mendukung pasangan calon Wali-Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna-Afifah Alia yang merupakan rival dari kubu PKS dalam ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun ini.

Adapun alasan mendukung paslon nomor urut satu itu, kata Bram, dirinya melihat secara logis. Menurutnya, Pradi adalah sosok yang tepat untuk memimpin Kota Depok, ketimbang Idris.

“Saya melihat secara logis Pak Pradi bisa menjalankan itu. Permasalahn utama kenapa saya memilih, karena ke depan janji yang ditawarkan kedua calonnya tidak akan berjalan kalau akses dukungan daerahnya enggak bisa naik,” jelasnya

Lebih lanjut Ketua Bidang Teritorial Gelora Depok itu menyebut, untuk mempunyai inovasi, yang diperlukan adalah komunikasi dari seorang pemimpin.

Ketika disinggung apakah ada mantan atau kader aktif PKS yang juga memilih mendukung Pradi-Afifah, Bram pun tak menampiknya.

“Saya pikir ada ya, tidak mengutarakan secara jelas statement mungkin enggak, karena memang banyak hal yang melatarbelakangi itu.”

Ia juga mengungkapkan, salah satu alasan mendasar itu adalah karena ketidak puasan atas kinerja Idris.

Terpisah, Ketua Umum DPD PKS Kota Depok, M. Hafid Nasir, menegaskan, kabar yang menyebut banyak kader PKS membelot dan memberikan dukungan kepada paslon lain adalah hoax.

“Kami pastikan tidak ada satupun kader PKS yang membelot, kami pastikan kader dan simpatisan PKS yang saat ini jumlahnya belasan hingga puluhan ribu Insha Allah mendukung Pak Idris-Pak Imam,” tuturnya

Ketua tim pemenangan Idris-Imam ini mengatakan, untuk mantan kader yang membentuk partai lain, bukan lagi kader PKS.

“Kalau sudah bergabung di partai lain maka secara keanggotaan bukan lagi kader PKS, mereka bukan kader PKS lagi. Kami PKS memiliki basis massa yang jelas dan riil yang akan memilih Pak Idris-Pak Imam.” (rul/*)