Lurah Gelar Hajatan Saat PPKM Darurat, Susi Pudjiastuti : Tenggelamkan!

Seorang lurah di Depok yang mengelar hajatan saat PPKM Darurat mendapat sorotan mantan Menteri KKP, Susi Pudjiastuti. (Foto: Tempo)
Seorang lurah di Depok yang mengelar hajatan saat PPKM Darurat mendapat sorotan mantan Menteri KKP, Susi Pudjiastuti. (Foto: Tempo)

DEPOK – Kota Depok kembali menjadi sorotan, kali ini oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti  yang mengunggah kekesalannya melalui akun media sosial pada Sabtu, 3 Juli 2021.

Postingan Susi itu tentu bukan tanpa alasan. Mantan Menteri pada kabinet Presiden Joko Widodo periode 2014-2019 ini geram, karena saat pemerintah sedang menerapkan kebijakan PPKM Darurat, salah satu lurah di Kota Depok malah menggelar pesta perkawinan dan diduga tak sesuai dengan aturan protokol kesehatan.

“Tenggelamkan !!! Serius!!!,” posting Susi melalui akun twitternya @susipudjiastuti, Sabtu 3 Juli 2021.

Cuitan Susi Pudjiastuti untuk Kota Depok, Sabtu 3, Juli 2021. Foto: Tangkapan layar Twitter/@susipudjiastuti
Cuitan Susi Pudjiastuti untuk Kota Depok, Sabtu 3, Juli 2021. Foto: Tangkapan layar Twitter/@susipudjiastuti

Data yang dihimpun menyebut, hajatan itu digelar di Gang Hj Syuair RT 01/ RW 02, wilayah Pancoran Mas, Kota Depok, Sabtu 3 Juli 2021 sekitar pukul 15.00.

Baca Juga: Ini Sederet Aturan Pejalanan Dalam Negeri Saat PPKM Darurat

Usut punya usut, yang punya hajat ternyata bukan orang biasa. Ia diduga merupakan seorang lurah aktif di wilayah Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, yang menikahkan anaknya ditengah pelaksanaan PPKM Darurat.

Yang jadi persoalan, dalam video yang diunggah terlihat jumlah orang yang hadir melebihi kapasitas protokol kesehatan dan menampilkan aksi joget-joget sejumlah tamu undangan yang menghadiri pesta hajatan itu.

Sebagai informasi, untuk implementasi PPKM Darurat, Kota Depok telah mengeluarkan Surat Keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/267/Kpts/Dinkes/Huk/2021. Dalam aturan tersebut tertuang resepsi pernikahan hanya boleh dihadiri oleh maksimal 30 orang, dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak menerapkan makan ditempat resepsi, penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang. (ade/*)