Geger, Winardi Dikira Kumat Lagi Jadi Imam Mahdi

Kapolsek Sawangan, Ajun Komisaris Polisi Rio Mikael Tobing (Istimewa)

SAWANGAN- Winardi, pria yang sempat menuai kontroversi karena mengaku sebagai Imam Mahdi, kembali membuat resah warga Kampung Perigi, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok.

Kegelisahan warga bukan tanpa alasan. Sebab, Winardi, dikabarkan bakal kembali mengumpulkan para pengikutnya dalam waktu dekat ini.

Tak ingin kecolongan, sejumlah tokoh ulama dan aparat setempat pun langsung memanggil yang bersangkutan.

“Pak Lurah Bedahan mendatangi kediaman Winardi. Intinya lurah melarang tentang pertemuan yang akan dilakukan Winardi untuk menjaga hal yang tidak diinginkan,” ujar Kapolsek Sawangan, Ajun Komisaris Polisi Rio Mikael Tobing, Jumat 9 April 2021

Warga khawatir, rencana Winardi yang ingin mengumpulkan orang untuk mengajarkan kembali aliran sesat.

Setelah dimediasi, Winardi pun akhirnya sepakat untuk membatalkan acara yang akan digelarnya. Tak hanya itu, ia juga membantah tuduhan yang dikhawatirkan warga.

“Jadi sebenarnya dia mau bikin pertemuan untuk membahas hasil koperasi. Jadi mereka (Winardi dan anggotanya) ada buat koperasi, nah mereka mau membahas hasil koperasi itu. Tapi warga khawatirnya Winardi kembali mengulang perbuatannya,” kata Rio

Baca Juga: Asa Nenek Arfah, Enam Tahun Menanti Keadilan

Terkait hal tersebut, Rio pun mengimbau agar warga tetap tenang dan beraktivitas seperti semula. Jika ada informasi lain, warga bisa berkoordinasi pada petugas untuk kemudian ditindaklanjuti.

“Kami mengimbau masyarakat jangan gusar dan resah. Tetap bisa mengendalikan situasi yang aman kondusif. Apabila ada perkembangan dan situasi menonjol bisa dilaporkan supaya ditindaklanjuti,” katanya.

Sebagai informasi, Winardi dan sejumlah pengikutnya sempat digiring ke kantor Kecamatan Sawangan pada Rabu malam, 29 Mei 2019.

Kala itu, Ketua MUI Kota Depok,  KH, Dimyati Badruzzaman mengungkapakan, hasil dari musyawarah atau tabayun (konfirmasi) pihaknya bersama sejumlah ulama terhadap Winardi dan para muridnya disepakati bahwa apa yang dilakukan Winardi sesat dan menyesatkan.

Saat itu, Winardi pun langsung menyampaikan permohonan maafnya di hadapan warga.

“Saya Winardi malam hari ini mengaturkan mohon maaf, khususnya baik ulama atau tokoh agama di Sawangan dan Depok juga masyarakat, apabila merasa resah,” katanya

Winardi bahkan berjanji, dirinya akan menutup padepokan tersebut dan meminta pada para pengikutnya untuk tidak mempercayai dirinya sebagai Imam Mahdi. “Mohon maaf bilamana terjadi kesalahan dan ketidakstabilan di masyarakat,” kata Winardi yang langsung disambut pekikan takbir sejumlah warga. (rul/*)