Geger Video Puluhan Santri Tutup Kuping Saat Dengar Musik

Aksi puluhan santri tutup kuping saat dengar musik (Foto: Istimewa)
Aksi puluhan santri tutup kuping saat dengar musik (Foto: Istimewa)

DepokToday- Belum lama ini jagat media sosial dibuat geger dengan tayangan sebuah video yang memperlihatkan sejumlah santri tutup kuping karena ada suara musik di sekitar ruang tunggu vaksin.

Dilansir Hops.id jaringan DepokToday.com, video itu diunggah oleh salah satu pengguna Twitter dengan akun @alectham878

Dalam postingannya, dia menulis keterangan bahwa hidup dan beragama seakan dibuat sulit hanya karena sebuah musik. Padahal, kata dia, musik merupakan sebuah seni dan rasa keindahan.

Akun itu pun menilai bahwa Tuhan juga menyukai sebuah keindahan.
Dengan perlakuan demikian terhadap musik, menurutnya apa yang dilakukan oleh para santri itu mirip dengan kelompok Taliban di Afghanistan yang menolak adanya musik.

“Hidup dan beragama kok ribet banget, musik merupakan bagian keindahan. Saya rasa Tuhan juga suka keindahan. Gayanya mirip sekali Taliban,” tulisnya, dikutip pada Senin, 13 September 2021.

Baca Juga: Tanda-tanda Seseorang Diganggu Jin dan Penyakit Ain

Terlihat dalam video yang diunggah, sejumlah santri yang mengenakan baju putih dan peci sedang duduk di sebuah ruangan.

Terdengar pula suara si perekam video menjelaskan bahwa santri tersebut sedang berada di tempat vaksin.

Kemudian lantaran terdengar suara musik, puluhan santri itu pun menutup telinganya agar tidak terdengar.

“Masya Allah santri kami sedang antri untuk vaksin dan di tempat vaksin ini ada suara musik. Kalian lihat, santri-santri kami menutup kupingnya agar tidak dengar suara musik,” kata si perekam video.

Santri Tutup Kuping Dengar Musik, Warganet Sebut Mirip Taliban

Namun demikian, tidak diketahui lebih lanjut terkait kapan dan di mana video tersebut direkam. Tapi yang pasti, video tersebut mendapat berbagai tanggapan dari warganet lain.

“Kesalahan kepada pemerintah, seharusnya ajaran di setiap pesantren atau di yayasan pendidikan agama harus di awasi, sudah banyak ajaran radikalisme di biarkan oleh pemerintah. Seharusnya tidak sesuai dengan ajaran agama dibubarkan biar tidak merusak regenerasi bangsa,” kata sebuah akun.

“Ya Allah , ribet bgt hidup… Di tutup pake sepatu juga ttp.kedengeran kali, kecuali di masukin adukan tu telinga,” timpal seorang netizen.

Baca Juga: Sempat Lolos, PN Depok Akhirnya Sidang Bruder Angelo, Ini Kasusnya

“Semua bergantung pada sudut pandang masing².. tapi kalo ini mah mnrt saya keterlaluan. Kalo gak sanggup denger musik baiknya keluar dari ruangan , biar kesanya bukan penyiksaan.. but siapa sih yg sebenernya yg nyiksa jiwa anak² ini,” kata yang lainnya.

“Itu baru lagu barat, coba yg diputer lagu koplo, yakin usus 12 jarinya ikut berdendang,” cuit pengguna Twitter lainnya. (rul/*)