Geger! Pedagang Jual Daging Anjing di Pasar, Awas Rabies

Ilustrasi penjualan daging anjing di pasar (Foto: Istimewa)
Ilustrasi penjualan daging anjing di pasar (Foto: Istimewa)

DepokToday- Belum lama ini, Animal Defenders Indonesia (ADI) berhasil membongkar praktik perdagangan daging anjing di Pasar Senen, Jakarta Pusat. Atas temuan itu, mereka kemudian melayangkan somasi kepada PD Pasar Jaya selaku pengelola pasar tersebut.

Ketua ADI, Doni Herdaru Tona mengatakan, perdagangan daging anjing melanggar undang-undang.

“Antara lain UU Perlindungan Konsumen, UU Pangan, UU Peternakan, serta potensi pidana dari sindikat pencurian hewan peliharaan yang memasok anjing sebagai makanan,” katanya disitas dari Tempo pada Minggu 12 September 2021.

Baca Juga: Dampak Pandemi, Kos-kosan di Depok Dijual Murah oleh Pemiliknya, Berminat?

Doni mengungkapkan, pihaknya telah melakukan investigasi pada 7 September 2021 dan menemukan penjualan daging anjing di Pasar Senen Blok III.

Pedagang menjual daging itu di tengah-tengah bahan pangan lainnya di pasar yang berada di bawah naungan PD Pasar Jaya, perusahaan milik Pemprov DKI Jakarta.

Menurut Doni, penjualan daging anjing di Jakarta membuka potensi ancaman penyebaran dan penularan rabies di Ibu Kota.

Padahal Pemprov DKI Jakarta mengklaim wilayah sudah bebas rabies sejak tahun 2004.

Ia menyebut, dari hasil penelusuran yang dilakukan Animal Defenders Indonesia, daging anjing itu dikirim dari sejumlah daerah di Jawa Barat, seperti Sukabumi, Tasik, Garut, Pangandaran, Pelabuhan Ratu, Ciamis, yang masih banyak ditemukan kasus rabies.

“Tindakan pembiaran atas penjualan daging anjing itu tentu menjadi ancaman terbuka atas masuknya penyakit rabies ke wilayah Ibu Kota,” jelasnya.

Pedagang Daging Anjing Disanksi

Sementara itu, Manajer Umum dan Humas Perumda Pasar Jaya Gatra Vaganza mengatakan, sejak temuan kasus tersebut, pedagang daging anjing di Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat, telah dijatuhi sanksi administrasi.

Pedagang tersebut telah diberi peringatan tegas untuk tidak mengulangi lagi penjualan daging anjing.

“Bila masih mengulangi, akan diambil tindakan tegas, berupa penutupan sementara atau permanen,” katanya.

Lebih lanjut Gatra juga mengatakan, praktik tersebut (jual daging anjing) tidak sesuai dengan peraturan Perumda Pasar Jaya.

“Ini pelajaran bagi kami untuk mengevaluasi operasional pasar.” (rul/*)