Geger! Mantan Jenderal BAIS Jadi Korban Mafia Tanah Depok

Mantan salah satu Direktur BAIS, Mayjen (purn) TNI, Emack Syadzily. (DepokToday.com)
Mantan salah satu Direktur BAIS, Mayjen (purn) TNI, Emack Syadzily. (DepokToday.com)

DepokToday- Seorang mantan salah satu Direktur Badan Intelijen Strategis (BAIS), Mayjen (purn) TNI, Emack Syadzily menjadi korban mafia tanah di Sawangan, Depok. Nekatnya lagi, pelaku bahkan diduga telah memanipulasi tanda tangan jenderal bintang dua tersebut.

Ia menjelaskan, kejadian itu bermula ketika dirinya hendak menjual lahan seluas 2.930 meter dengan status hak milik di wilayah Bedahan. Kemudian, pada tahun 2018, Emack dihubungi oleh salah satu kerabatnya, yang bernama Anton.

“Pak Anton ini meghubungi saya, pak tanah bapak di bedahan akan dibeli seseorang bernama Burhanudin. Dia itu siapa? Kata saya ya ketemuan dulu saja. Akhirnya kami ketemuanlah di daerah Bogor,” katanya pada awak media, Jumat 19 November 2021.

Baca Juga: Pedagang Depok Ditipu Agen Minyak, Ada yang Rugi Rp 2 M

“Kalau mau dibeli dengan senang hati lah. Kira-kira 11 Januari 2019 saya kembali dihubungi Pak Anton untuk ketemu dengan Burhanudin, persis hari Jumat seperti ini. Saya bawa sertifikatnya, bahkan dengan AJB (akta jual beli) nya,” sambung dia.

Setelah melalui tahap negosiasi, akhirnya disepaktilah lahan tersebut dijual dengan harga Rp 3 miliar.

“Kata dia (B) Rp 3 M saya bayar. Apa tanda terimanya, kertas yang saya bawa kecil. Nah saya tanya berapa hari (pembayarannya)? Dua tiga hari.”

Jenderal BAIS Ditipu Mafia Tanah Depok

Singkat cerita, nyatanya pria bernisial B itu tak juga membayar seperti yang telah dijanjikan. Karena merasa ada yang tidak beres, mantan petinggi BAIS itu akhirnya meminta yang bersangkutan untuk menyerahkan kembali sertifikat tanah tersebut. Namun B (terduga pelaku) malah berkelit dengan berbagai alasan.

Belakangan diketahui, rupanya sertifikat tersebut telah digunakan B sebagai syarat fasos fasum sebuah perumahan elit di kawasan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari.

“Sampai akhirnya kata dia (Burhanudin), nggak bisa. Sertifikat bapak sudah saya serahkan ke pemda, loh apa urusannya dengan pemda. Ini untuk fasos fasus PT ALKA dan bekerjasama dengan perusahaan asal Jepang yang bermitra di Indonesia dengan perumnas.”

Baca Juga: 6 Tahun Kasus Akseyna UI, Saksi Ahli Diserang, Pembunuh Gentayangan

Mendengar hal tersebut, Emack semakin yakin jika dirinya menjadi korban mafia tanah.

“Fasos fasumnya tanah makam itu ternyata tanah saya yang di Bedahan itu. Padahal seperserpun belum kasih uang ke saya.”

Ilustrasi mafia tanah (Foto: Istimewa)
Ilustrasi mafia tanah (Foto: Istimewa)

Emack Syadzily telah mencoba melakukan kroscek ke Badan Keuangan Daerah Kota Depok. Dan ternyata benar saja, sertifikat tanah miliknya ada di institusi tersebut.

“Kata dia (pejabat BKD) bapak kan sudah menjual ke Burhanudin pada tahun 2015. Lah saya fotoin, terus saya bilang, saya 2015 selaku Direktur di BAIS TNI tanda tangan saya dipalsukan ini, saya tidak merasa menjual,” tutur Emack.

“Itu saya lihat di situ ada jual beli saya dengan si B, lengkap ada sampai RT RW, camat, tanda tangan saya dipalsukan. Ada 4 sampai 7 dokumen yang dipalsukan,” jelasnya.

Baca Juga: Warga Limo Terancam Kehilangan Tanah, Mantan Kades Punya Bukti Kuat

Yang bikin pensiunan TNI itu makin jengkel adalah, selain ditipu karena tanahnya telah di jual tanpa izin, tanda tangan dirinya pun telah dipalsukan oleh pelaku.

“Akhirnya saya laporin ke Bareskrim Mabes Polri, penyelidikan sudah selesai, tinggal penyidikan,” terangnya.

Lebih lanjut mantan petinggi BAIS ini berharap, agar Pemerintah Kota Depok dalam hal ini BKD bisa lebih jeli dengan aset-aset yang diserahkan oleh pihak manapun.

Sementara itu, salah satu Kabid Aset Pemerintah Kota Depok, Fadly mengaku, dirinya belum bisa berkomentar atas kasus ini.

“Maaf itu langsung aja ke Bu Nina (Kepala BKD),” katanya singkat. (rul/*)