Geger! Bu Guru Paksa Murid Ladeni Nafsu Seksnya

Ilustrasi bu guru paksa murid ladeni nafsu seksnya (Foto: Istimewa)
Ilustrasi bu guru paksa murid ladeni nafsu seksnya (Foto: Istimewa)

DepokToday- Seorang wanita yang berprofesi sebagai guru ini terpaksa berurusan dengan polisi akibat melakukan hubungan intim dengan murid-nya yang masih di bawah umur. Tak hanya itu, sang guru juga punya video ketika melakukan seks bebas tersebut.

Peristiwa ini dilakukan oleh seorang oknum guru di Florida, Amerika Serikat. Akibat perbuatannya itu, ia pun ditangkap oleh aparat setempat. Selain kasus asusila, wanita ini juga kedapatan membawa senjata api ke sekolah.

Baca Juga: Terpopuler DepokToday, 12 Oktober 2021: Daun Bidara Atasi Anak Bandel, Kenali Ciri Kolesterol Tinggi di Kaki

Melansir Kompas.com, wanita bernama Heiry Clavi itu ditahan pada Jumat 8 Oktober 2021 atas tuduhan kekerasan terhadap murid, kecerobohan mengurus anak, dan kepemilikan senjata api di sekolah.

Ia juga dituduh melakukan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur. Hanya saja berdasarkan keterangan juru bicara polisi Rey Valdes, remaja 15 tahun yang disebut-sebut menjadi korban justru menolak membantu penyelidikan mereka.

Baca Juga: Aksi Mahasiswa UI, Peragakan Jadi Rektor hingga Membakar Fotonya

Bahkan ia merasa tidak menjadi korban atas pemerkosaan tersebut.

“Dia mengatakan kepada kami dia tidak diperkosa. Tapi saya ingin menekankan di bawah hukum Florida, anak di bawah umur tidak bisa memberikan konsen,” ucap Valdes dikutip pada Rabu 13 Oktober 2021.

Bu Guru Perkosa Murid Hamil

Terkait kasus tersebut, polisi juga telah melakukan pemeriksaan pada sejumlah rekan korban. Ironisnya mereka mengaku sudah melihat video guru dan murid itu berhubungan seks.

Yang mengejutkannya lagi, wanita berusia 41 tahun itu sedang hamil delapan bulan.

“Tapi saya takkan berspekulasi itu anak siapa,” kata Valdes.

Baca Juga: Divonis Bebas! Hakim PN Depok Nyatakan Zaim Saidi Tak Bersalah

Sementara itu, pejabat di Dinas Sekolah Miami-Dade County membenarkan, Clavi merupakan pengajar di John I Smith K-8 Center di Doral. Tetapi dia kemudian dipindahtugaskan ke sebuah lokasi non-sekolah pada Maret, ketika tuduhan tersebut muncul. (rul/*)