Geger! Batu Luar Angkasa Dekati Bumi, Nilainya Rp 165 Quadriliun

Batu luar angkasa (Foto: Istimewa)
Batu luar angkasa (Foto: Istimewa)

DepokToday- Eksplorasi terkait ruang angkasa semakin berkembang. Bukan cuma rencana tinggal di planet lain di luar Bumi, ide gagasan untuk menambang batu luar angkasa atau asteroid pun akhir-akhir ini mulai dicanangkan.

Melansir Hops.id jaringan DepokToday.com, terbaru, sebuah studi mengungkap bahwa terdapat dua buah asteroid yang berpotensi memiliki nilai ilmiah dan komersial.

Bahkan, salah satunya bisa bernilai sekitar 11,65 triliun dollar atau setara Rp 165 quadriliun jika ditambang lebih dari 50 tahun.

Baca Juga: Pembunuh Anggota TNI Nangis di Polres Depok, Ini Penyebabnya

Terkait hal itu, para astronom telah mengidentifikasi dua buah asteroid yang diklasifikasikan sebagai Near Earth Asteroids (NEA), yakni 1986 DA an 2016 ED85.

“Analisis kami menunjukkan bahwa kedua NEA memiliki permukaan dengan 85 persen logam seperti besi dan nikel dan 15 persen bahan silikat, yang pada dasarnya adalah batu,” kata Dr Juan Sanchez dari Planetary Science Institute dalam sebuah pernyataan, dikutip dari laman IFL Science, pada Sabtu 9 Oktober 2021.

“Asteroid ini mirip dengan beberapa meteorit besi seperti mesoiderit yang ditemukan di Bumi,” sambungnya.

Diperkirakan, batu luar angkasa seperti ini sangat kaya akan logam karena berasal dari objek yang tumbuh cukup besar sehingga sebagian besar logamnya tenggelam ke intinya, seperti yang terjadi di Bumi.

Ketika beberapa bencana alam menghancurkan planet kecil ini, fragmen inti mempertahankan sebagian besar komposisi logamnya.

“Kami percaya bahwa dua asteroid ini mungkin adalah pecahan dari asteroid logam besar di sabuk utama,” kata David Cantillo.

Kandungan di Dalamnya

1986 DA diperkirakan memiliki lebar sekitar 2,4 km. Meskipun berukuran jauh lebih kecil dari Bumi, penelitian menghitung bahwa 1986 DA mengandung 28 miliar ton besi dan 2,5 miliar ton nikel, dengan jumlah kobalt dan logam mulia.

“Kami memperkirakan bahwa jumlah logam yang ada pada 1986 DA dapat melebihi cadangan di seluruh dunia. Ada juga cukup banyak emas dan tembaga,” ujar para ilmuwan.

“Jika penambangan luar angkasa menjadi layak secara komersial, satu asteroid dapat memasok manusia untuk waktu yang sangat lama,” kata para ilmuwan.

NEA Batu Luar Angkasa

Terlepas dari namanya yang disebut dekat dengan Bumi, NEA seperti ini menghabiskan sebagian besar waktunya di luar orbit Mars.

Namun kadang, asteroid tersebut bisa memiliki jarak yang dekat dengan Bumi, seperti yang terjadi pada September 2020 lalu, sehingga lebih mudah diamati. (rul/*)