Gandeng BNN, FHUI Bentengi Anjal dari Bahaya Narkoba

Ilustrasi narkoba( istimewa)

MARGONDA– Sejumlah dosen dan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) yang terlibat pada program Pengabdian Masyarakat (Pengmas) aksi UI untuk negeri menggelar kegiatan penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba bagi anak jalanan atau yang kerap disebut anjal.

Sekolah Masjid dan Terminal Depok (Sekolah Master) terpilih menjadi target penyuluhan tematik ini yang dilaksanakan pada 25-27 Juli 2019 dan diikuti oleh 300 siswa siswi SMP di sekolah itu.

Tim Pengmas FHUI yang diketuai oleh Wahyu Andrianto turut menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Depok dalam menggelar acara penyuluhan tematik yang di tujukan kepada sejumlah  pelajar Sekolah Master Depok.

Kegiatan ini dilatarbelakangi karena anak merupakan kelompok usia yang rentan melakukan penyimpangan sosial di masyarakat, seorang anak akan sanggat mudah mengadopsi perilaku buruk dari agen sosial di sekitar lingkungannya yang terbiasa melakukan perilaku buruk.

“Hal tersebut akan berdampak pada pola psikologi dan mengubah presepsi anak mengenai nilai-nilai yang bersifat buruk menjadi baik atau biasa di mata anak-anak. Salah satunya yaitu presepsi anak terhadap penggunaan obat dan zat terlarang,” katanya pada Selasa 29 Oktober 2019

Wahyu mengungkapkan, sejumlah siswa di Sekolah Master Depok merupakan anak-anak yang sehari-hari hidup di jalanan. Mereka dinilai rentan bersinggungan dengan perilaku anak jalanan yang cenderung bebas diantaranya penggunaan zat dan obat-obatan dopping, untuk nge-fly, nge-lem.

Hal ini terkesan sudah biasa di kalangan anak jalanan mengingat mereka tidak mendapat arahan dari orang tua atau agen sosial lainnya, sehingga mereka menilai perilaku tersebut bukan lagi sebagai perilaku terlarang, ataupun berbahaya.

“Hal inilah yang menimbulkan suatu budaya hidup jalanan street life culture yang sangat dekat dengan perbuatan-perbuatan kejahatan, dan immoral.”

Acara dimulai dengan pemberian penyuluhan oleh Penyuluh BNN Ketut Ria Kusumawati dengan memberikan wawasan kepada ratusan siswa Sekolah Master menggunakan metode storytelling mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan zat-zat terlarang.

Ketut menyampaikan informasi tentang jenis-jenis narkoba dan zat terlarang yang beredar di Indonesia, lalu dilanjutkan dengan cerita menggunakan video-video yang lucu dan menarik, sehingga para peserta dapat fokus dan mengikuti kegiatan dengan seksama, lalu semakin lama materi dan cerita yang di bawakan semakin serius dan mendalam.

Para peserta kemudian larut ketika Ibu Ketut menayangkan cuplikan dokumenter penderitaan seorang pecandu narkoba.

Setelah penyuluhan selesai, raut wajah para peserta tampak terdiam serius saat mendapat informasi tentang bahaya narkoba, mereka masih mendiskusikan tentang betapa mengerikanya efek yang diakibatkan dari penyalahgunaan narkoba.

Kemudian disesi akhir, digelar pula games serta quiz interaktif bagi peserta tentang bahaya penyalahgunaan narkoba serta mengajak anak-anak untuk selalu melakukan kegiatan positif melalui rangkaian acara kompetisi bagi peserta berupa lomba futsal, tarik tambang serta lomba membuat majalah dinding dengan tema anti narkoba. (*red)