FTUI Kembangkan Inovasi Pasta Gigi Efisien dan Menarik

Taman UI. Guru Besar UI, Himahanto Juwana mendesak konflik yang terjadi pada Palestina dan Israel harus dihentikan demi kemanusiaan. (Istimewa)
Taman UI. Guru Besar UI, Himahanto Juwana mendesak konflik yang terjadi pada Palestina dan Israel harus dihentikan demi kemanusiaan. (Istimewa)

DepokToday – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) kembangkan inovasi pasta gigi yang efisien dan menarik serta dapat menggugah penggunanya untuk selalu sikat gigi. Inovasi itu dinamai ToothBites.

Inovasi itu digagas oleh Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) yang beranggotakan lima mahasiswa FTUI angkatan tahun 2019.

Ketua tim, Christina Angel Mutiara mengatakan, ToothBites dibuat dengan teknik enkapsulasi dengan lapisan luar berbahan sodium alginate yang mudah pecah di dalam mulut dan aman dikonsumsi. Sesuai dengan namanya, ToothBites yang berasal dari kata tooth untuk “gigi” dan bites untuk gigit, penggunaan pasta gigi ini dengan cara digigit.

Baca Juga: Kenalkan Ribuan Hasil Riset, Universitas Indonesia Buka Pameran Secara Virtual

“Diharapkan dapat memberikan pengalaman baru dalam menyikat gigi melalui penggunaannya yang unik, yaitu cukup digigit sebanyak dua kali untuk mengeluarkan pasta gigi di dalamnya, dan ToothBites siap dipakai dengan cara menggosoknya menggunakan sikat gigi,” kata Christina melalui keterangan pers, Kamis 2 September 2021.

Brosur ToothBites karya FTUI. (Istimewa)
Brosur ToothBites karya FTUI. (Istimewa)

Mahasiswi Program Studi Teknik Kimia itu mengatakan, memalui invoasi ini timnya memiliki misi mengajak masyarakat untuk memiliki kebiasaan menyikat gigi minimal dua kali dalam sehari sesuai dengan slogan yang mereka angkat adalah “two bites, two times a day”.

“Kata TwoBites merujuk kepada penggunaan ToothBites,  sementara TwoTimesADay menggambarkan penggunaan dua tablet ToothBites untuk menyikat gigi dua kali sehari,” katanya.

Inovasi ToothBites dilatarbelakangi oleh data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI Tahun 2018 yang menyatakan bahwa proporsi terbesar masalah gigi di Indonesia adalah gigi berlubang dengan persentase 88,8%.

Tingginya angka penduduk yang memiliki masalah gigi berlubang ini disebabkan oleh intensitas sikat gigi yang rendah pada tiap individu. Hanya 2,8% penduduk Indonesia yang menggosok gigi dua kali sehari (Kemenkes, 2018).

“Kesadaran masyarakat yang rendah terhadap pentingnya sikat gigi sebanyak dua kali sehari terjadi bukan tanpa alasan. Beberapa di antaranya adalah rasa malas yang sudah mengakar dalam masyarakat serta beberapa orang lebih memprioritaskan kegiatan atau kesibukan lain dibandingkan menyikat gigi,” ujar Christina.

ToothBites menggunakan bahan alami seperti ekstrak serai (Cymbopogon nardus) sebagai perasa dan antibakteri serta charcoal berbasis tempurung kelapa (Cocos nucifera) sebagai agen pemutih. Selain praktis, ToothBites juga menggunakan wadah botol plastik berbahan polyethylene terephthalate (PET) yang dapat didaur ulang.

Saat ini, ToothBites sudah memasuki tahap produksi dan selanjutnya siap untuk dipasarkan melalui sistem prapesan pertama dari tanggal 21–31 Agustus 2021. Untuk info lebih lanjut dapat dilihat melalui kanal Instagram @toothbites.id. (ade/*)