Founder RIMBUN Kritisi Berlanjutnya PSBB Depok

Zubair.(Istimewa)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Depok resmi memperpanjang lagi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai tanggal 13-26 Mei 2020.

Menyikapi putusan pemkot itu, Founder Ruang Ilmu Bertumbuh Mandiri (RIMBUN), Zubair, punya beberapa catatan minor terkait pelaksanaan PSBB I dan 2.

“Hingga saat ini semua masih belum memahami apa itu PSBB. Hingga kini hampir di setiap sore di Depok masih banyak orang berinteraksi sosial sekadar untuk mencari kebutuhan untuk berbuka, entah ini melanggar atau tidak!” Kritik Zubair, kepada DepokToday, Selasa (12/5/2020).

Kemudian, lanjut dia, sarana publik yang tidak bisa digunakan hingga saat ini, dan harus di patuhi, yakni sarana pendidikan dan sarana ibadah. “Kedua sarana tersebut sama sekali tidak boleh di gunakan,” katanya.

Namun bertolak belakang, dengan interaksi sosial yang ada, tanpa distancing, maupun masker.

“Entah karena cenderung diabaikan atau memang tidak bisa memenuhi kewajiban PSBB yang ada,” ucapnya.
.
Sebagai orang tua, pihaknya sangat miris melihat anak-anak yang minim dari kegiatan, baik sekolah maupun ibadah tak ada solusi.

“Anak butuh ruang untuk tumbuh, ruang edukasi, ruang ibadah, ruang interaksi,” tandasnya.

Menurut dia, jika PSBB diperpanjang lantas bagaimana dengan hak anak-anak dan lainnya. Serta, sambung dia, apa kewajiban PSBB yang bisa diterapkan masyarakat.

“Kita masih bertanya-tanya apa itu PSBB?
Apa tindak-lanjut dari perpanjangnya PSBB ini,” demikian Zubair.

(ale)