Foto Bersejarah Ini Ungkap Kisah Dua Personil KNIL di Depok

Tentara KNIL di Depok (Istimewa)
Tentara KNIL di Depok (Istimewa)

DepokToday- Sebuah foto bersejarah memperlihatkan dua personil tentara Kerajaan Belanda atau Koninklijk Nederlandsch Indische Leger (KNIL), sedang membidik sasarannya menggunakan senapan laras panjang. Foto ini disebut-sebut diambil pada Juli 1946 di Depok.

Foto tersebut diunggah akun Instagram Random World War baru-baru ini. Menurut keterangan dalam postingan media sosial itu, kemungkinan mereka sedang mengincar target di kejauhan atau bahkan hanya sekedar mengamati pergerakan musuh.

Musuh yang dimaksud adalah para pejuang atau anggota TNI yang bergerilya di wilayah Kota Depok, Jawa Barat.

Kedua personel ini merupakan bagian dari Infanteri II KNIL yang memang sering berpatroli di wilayah Jakarta dan Depok setelah tahun 1945. Foto ini diambil pada bulan Juli 1946.

Tentang Infanteri II KNIL

Batalyon ini didirikan pada tanggal 16 Oktober, 1945 di Kota Batavia (Jakarta) dan dipimpin oleh Lt.Kolonel Breemouwer.

Setelah pembentukan, Batalyon ini langsung ditugaskan di wilayah T.T.C. West-Java dan T.T.C. Midden Sumatra.

Baca Juga: Aksi Nekat Tole Iskandar, Pemuda Depok yang Bikin Jatuh Pesawat NICA

Untuk wilayah T.T.C. West-Java, mereka beroperasi secara aktif di daerah Kebayoran, Kalibata, Pasar Minggu, Depok, Cianjur, Cirebon dan Cilacap.

Dalam peristiwa ini, mereka secara khusus melakukan patroli di wilayah Depok dulunya memang memiliki peran yang strategis seperti menjadi jalan penghubung antara Bogor – Jakarta dan juga merupakan perkebunan karet yang memiliki nilai ekonomis tinggi pada masa itu.

Mereka masuk ke wilayah pemukiman warga atau yang mereka sebut sebagai kampung, untuk berinteraksi dengan warga dan memastikan bahwa tidak ada TNI serta gerakan perlawanan disana.

Senapan yang Dipegang KNIL Depok

Prajurit yang berperan sebagai penembak jitu di foto ini dilengkapi dengan Lee-Enfield No. 4 MK 1 (T) sniper rifle dengan optik No. 32 MK 3.

Senapan dengan ini diproduksi dalam jumlah yang lumayan banyak saat WW2, digunakan oleh Inggris dan Belanda tentunya mendapatkan senapan ini dari mereka setelah WW2 berakhir.

Baca Juga: Kisah Raden Sungging, Ulama Sakti Depok yang Ditakuti Belanda

Prajurit yang berada di sebelahnya mungkin berperan sebagai spotter. Ia membawa submachine gun jenis Austen yang berasal dari Australia.

Senapan yang satu ini ada karena Australia menginginkan Sten Gun yang memiliki ergonomic lebih nyaman dan mereka menambahkan pistol grip, vertical foregrip serta underfolder stock seperti yang ada di MP 40. (rul/*)