Fitur Keselamatan Mobil Mewah Bos Garansindo Ini Malah Tidak Aktif Saat Kecelakaan, Korban Gugat Perodusen Amerika

Jeep Grand Cherokee alami kecelakaan Foto: Ist
Jeep Grand Cherokee alami kecelakaan Foto: Ist

DEPOK – Bos Garansindo Muhammad Al Abdullah mengalami kecelakaan di tol Kanci. Walau mengaku tidak mengalami luka serius dalam peristiwa itu. Namun, Jeep Grand Cherokee mobil bos Gadasindo yang kecelakaan itu hancur di bagian depan karena menabrak truk container.

Dalam peristiwa itu, Bos Garansindo yang pernah menjual mobil Jeep di Indonesia itu menyesalkan tidak aktifnya fitur keselamataan yang terdapat pada mobil canggih buatan produsen mobil Amerika.

Dilansir dari Hops.id, kecelakaan terjadi ketika dia melajukan Jeep Grand Cherokee di tol Kanci arah Jawa Tengah. Tiba-tiba di lajur kanan satu unit Avanza di depannya melakukan rem mendadak.

Muhammad Al Abdullah kemudian menginjak rem manual sekerasnya untuk menghentikan laju kendaraan yang dikemudikannya.

Hal tersebut dilakukan karena dirinya tidak mendapatkan respon atas fitur active brake collision system (ABCS).

Baca juga: Ini Sederet Mitos dan Fakta Tentang Olahan Daging Kambing

Sistem tersebut seharusnya berfungsi membawa situasi jarak antar mobil di depannya yang dinilai berbahaya dan akan secara otomatis mengurangi kecepatan dan memberikan respon pengereman otomatis ketika fitur membaca jarak kendaraan yang cukup dekat.

Saat tabrakan terjadi, bos Garansindo biasa di sapa Memet tersebut tidak mendapat dukungan teknologi fitur keselamatan yang terdapat pada mobil. Begitu pula saat tabrakan terjadi, airbag yang seharusnya melindungi dirinya saat benturan terjadi tidak mengembang.

Mobil Bos Garansindo Rusak Parah

Dari foto mobil yang rusak parah, memang terlihat setir Jeep Grand Cherokee tidak mengeluarkan airbag sebagaimana seharusnya. Kondisi inilah yang dinilai Memet sangat disayangkan, mobil modern dan canggih namun tidak memberikan jaminan keselamatan pada pemiliknya.

Terkait peristiwa hal tersebut Memet mengaku akan melayangkan keluhan atas tidak aktifnya fitur keselamatan pada Jeep Grand Cherokee kepada Fiat Chrysler Automobiles (FCA) melalui PT DAS Indonesia Motor.

“Apabila pihak FCA tidak bertanggung jawab, dikarenakan saya selamat, ya, mari kita selesaikan secara hukum,” ujarnya.

Chief Operating Officer DAS Indonesia Motor Dhani Yahya sendiri yang telah mengetahui peristiwa tersebut masih belum bisa memberikan informasi lebih detil terkait penyebab keluhan tersebut.

Di atas kertas Jeep Grand Cherokee dikenal sebagai SUV yang memiliki fitur keselamatan yang cukup lengkap. Mobil ini juga telah mengantongi pengakuan atas uji tabrak dengan meraih 5 bintang tertinggi sebagai mobil paling aman.

Perangkat keselamatan yang disematkannya pun tak main main, airbag yang melindungi pengemudi hingga penumpang bagian belakang lengkap disematkan. Fitur keselamatan aktif lainnya diluar ABS terdapat Brake assist, Electronic stability control, Daytime running lights, Child safety locks, Traction control.

“Secanggih apapun mobil kalian, tidak ada tandingan dengan doa dan sholawat sebagai personal guard selama di perjalanan,” tutup Memet. (lala/*)