Fenomena Jual Barang Mewah, Tanda Ekonomi Indonesia Kian Merosot

Ilustrasi rumah mewah. Belakangan ini banyak rumah gedong di Jakarta diobral. Seperti di kawasan Pondok Indah, Kelapa Gading hingga Menteng. (Istimewa)
Ilustrasi rumah mewah. Belakangan ini banyak rumah gedong di Jakarta diobral. Seperti di kawasan Pondok Indah, Kelapa Gading hingga Menteng. (Istimewa)

DEPOK – Pada masa pandemi seperti ini, banyak orang mesti memutar otak untuk memenuhi kehidupan mereka. Tidak jarang, sampai harus jual barang berharga agar dapat bertahan.

Fenomena jual barang mewah ini sudah berlangsung nyata. Bahkan bukan hanya bagi orang yang memiliki tingkat ekonomi rendah saja. Hal ini ini juga berlangsung bagi mereka yang bisa dibilang orang kaya. Lantas apakah ini merupakan tanda ekonomi indonesia kian merosot?

Seperti dilansir dari CNBC Indonesia Jumat 16 Juli 2021, fenomena orang kaya menjual aset berharga kala pandemi telah terjadi. Selain rumah mewah di kawasan elite, ada juga kendaraan mewah seperti motor gede Harley Davidson dan lainnya.

Bahkan ada juga yang mengobral mobil-mobil mewah keluaran Eropa. Fakta ini terungkap di berbagai grup media sosial, penawaran mobil Eropa seperti BMW makin masif.

Pegiat komunitas otomotif Munawar Chalil yang juga Group Editor in Chief Carvaganza sering mendapati penawaran semacam ini di grup-grup komunitas dan media sosial.

Baca juga: Presiden Kerahkan Prajurit TNI Bagikan Obat COVID Gratis untuk Rakyat

Dia mencontohkan pengalamannya, ada yang menjual Mercy S Class, dari harga normal Rp 500 juta, tapi bisa dilepas oleh penjual ‘hanya’ Rp 350 juta karena penjual butuh uang.
Saatnya berburu dan investasi,” celetuknya sambil menekankan mobil-mobil Eropa saat ini banyak yang dibanting harganya.

Selain itu di Facebook, misalnya ada grup jual beli mobil bekas BMW yang menawarkan mobil mewah asal Jerman itu dengan harga bervariasi. Salah satunya varian BMW Series 7 yakni BMW 740 LI tahun 2011 tipe automatic. Sang penjual, Faisal Fajrul menawarkan harga Rp 470 juta.

“Nego halus, penjual individu , dan mobil bebas banjir dan bebas tabrakan, Remote ada 2, remote bawaan berfungsi, dengan baik, good condition, lokasi Cijantung Jakarta Timur,” tulisnya.

Ada juga yang menjual mobil dengan harga BMW Series 6 yakni BMW 645ci, Facelifted to OEM M6 dengan jarak tempuh 32 ribu KM.

Baca juga: Belajar Online Lagi, Coba Lima Cara Asyik Ini Supaya Tidak Jenuh di Rumah

“Part standart ada, open 585jt nego. Direct owner, bukan showroom, bukan consignment. Boleh tukar tambah asal cocok,” tulis Andri Rahardja.

Selain BMW, tidak sedikit juga pemilik mobil Jerman lainnya yakni Mercedes Benz memutuskan untuk menjual unitnya di OLX. Misalnya Mercedes Benz S450L tahun 2018. Pajaknya pun sudah mati, yakni terakhir pembayaran bulan Juli 2020 lalu.

Jual Barang Mewah dan Ekonomi Indonesia

Sementara itu, dikutip dari Hops.id, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tengah merasakan dag dig dug atas kondisi pandemi COVID-19 yang sedang menanjak angkanya belakangan ini.

Tentu kekhawatiran Sri Mulyani tak lain soal anggaran negara untuk tanggulangi pandemi, meski jago soal keuangan, Sri Mulyani tetap saja minta bantuan Allah SWT.

Hal tersebut diungkapkan Sri Mulyani yang sedang pusing memikirkan kondisi Indonesia yang baru saja beranjak perkonomian dari keterpurukan pandemi 2020. Kini kembali ditimpa kondisi pandemi yang kembali terjadi.

“Marilah kita semua terus memanjatkan doa kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi ini dapat segera berakhir dan kita atasi dengan baik,” ujar Sri Mulyani dalam rapat paripurna yang membahas pertanggungjawaban pelaksanaan APBN tahun 2020, Kamis 15 Juli 2021.

Dalam laporan pertanggung jawaban pelaksanaan APBN tahun 2020 lalu pada Kamis 15 Juli 2021, dengan DPR RI. Sri Mulyani memutuskan pemangkasan anggaran kementerian atau lembaga dan tunjangan keuangan daerah dan dana desa sebesar Rp31 triliun.

Katanya, pemangkasan tersebut ditujukan untuk menambah biaya penanganan Covid-19 di dalam negeri. Pemangkasan anggaran tersebut dilakukan untuk dialihkan ke anggaran kesehatan yang dibutuhkan negara. (lala/*)