Fakta Baru Adam Ibrahim, Penyebar Hoax Babi Ngepet Depok

Adam Ibrahim tersangka penebar hoax babi ngepet dicecar jaksa. (DepokToday.com)
Adam Ibrahim tersangka penebar hoax babi ngepet dicecar jaksa. (DepokToday.com)

DepokToday- Tersangka kasus penyebar informasi bohong soal babi ngepet, Adam Ibrahim, tak lama lagi bakal masuk ke ranah pengadilan. Berkasnya perkara terkait kasus itu telah dinyatakan rampung oleh Kejaksaan Negeri Depok pada Kamis 26 Agustus 2021.

Dihadapan penyidik jaksa, Adam pun hanya bisa pasrah mengakui segala kebohongannya yang sempat membuat gempar se-Indonesia. Lantas apa sebenarnya tujuan Adam Ibrahim mengarang cerita penangkapan babi ngepet?

Fakta baru itu terungkap ketika dia dicecar jaksa. Adam mengaku, selain ingin terkenal, ia juga berharap warga sekitar menganggapnya sakti. Dengan begitu, ia bisa membuka pengobatan spiritual.

“Kamu mengakui semua kebohongan itu ya. Kamu sampaikan dan kamu sadar ini semua tidak benar ya,” kata Alfa Dera, salah satu jaksa yang mencecar Adam dikutip pada Jumat 27 Agustus 2021.

“Iya pak,” kata Adam menjawab pertanyaan itu di dampingi tim pengacaranya.

Bahkan, dengan nada melas, Adam pun tak mengaku jika kebohongan tersebut bakal viral dan membuat heboh publik.

“Awalnya itu saya ingin selesai, supaya nggak ada laporan soal kehilangan uang lagi,” kata Adam.

Tim jaksa periksa berkas perkara kasus penyebar informasi hoax babi ngepet (DepokToday.com)
Tim jaksa periksa berkas perkara kasus penyebar informasi hoax babi ngepet (DepokToday.com)

“Kamu jangan alibi kesitu,” timpal jaksa lainnya.

“Katanya agar kamu disegani masyarakat, dianggap sakti, terus diharapkan kedepannya dijadikan tempat berkonsultasi, orang pinterlah. Biar dibilang sakti. Akhirnya jadi tempat pengobatan. Iya apa nggak,” kata Alfa Dera.

Dengan suara pelan, Adam pun kembali tak bisa membantah. “Iya pak,” katanya sambil mengangguk pasrah.

Penyesalan Adam Ibrahim

Untuk diketahui, aksi tipu-tipu yang dilakukan oleh Adam Ibrahim, terjadi pada Senin 26 April 2021.

Adam berdalih, aksinya itu dilakukan karena terinspirasi dengan sejumlah laporan kehilangan uang di lingkungan tempat tinggalnya, di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok.

“Sehingga timbulah di hati dan pikiran saya dan kita semua ini mengatakan hal tersebut agar selesai permasalahan yang ada di tempat kita,” jelasnya.

Baca Juga: Heboh Babi Ngepet, Polisi: Mari Jadi Bangsa Cerdas

Untuk memuluskan aksinya itu, Adam tak sendiri. Ia dibantu delapan orang warga sekitar. Ia bahkan membeli seekor anak babi hutan seharga Rp 900 ribu di toko online.

“Namun pada akhirnya semua berjalan dalam keadaan yang salah sangat fatal. Saya akuin itu adalah kesalahan yang sangat fatal,” ujarnya.

“Sekali lagi atas kejadian ini saya memohon maaf yang sebesar-besarnya terutama untuk warga Bedahan, seluruh warga negara Indonesia,” timpalnya lagi. (rul/*)