Enam Tahanan Kabur dari Penjara Super Ketat, Modalnya Cuma Sendok

Ilustrasi penjara (Istimewa)
Ilustrasi penjara (Istimewa)

DepokToday- Enam orang narapidana asal Palestina berhasil kabur dari penjara super ketat di Israel. Mereka melarikan diri dengan cara menggali lantai sel tahanan hanya dengan menggunakan sendok.

Aksi ke enam warga Palestina itu sontak menyedot perhatian publik. Sebabnya, penjara Gilboa, dikenal sebagai tempat tahanan terketat di Israel.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, otoritas Israel pun kini tengah memburu mereka.

Dalam laporan dikutip BBC, Rabu 8 September 2021, ke-enam tahanan itu diyakini kabur dengan merangkak melalui ruang kosong dan membuat terowongan di bawah dinding luar.

Para petani sempat melihat sosok enam orang itu ketika dicurigai berlari melintasi ladang. Dan kemudian para petani melaporkan temuannya ke pejabat setempat.

Bertentangan dengan Israel, aksi ke 6 orang itu menuai itu menuai pujian para militan Palestina. Mereka disebut telah melakukan aksi heroik.

Baca Juga: Intip Garasi Dadan Rustandi, Eks Kadis PUPR yang Hartanya Fantastis

Sementara itu, seorang pejabat Dinas Penjara Israel menyebut pelarian ini sebagai kegagalan besar keamanan dan intelijen.

Dikutip dari surat kabar The Jerusalem Post melaporkan, bahwa mereka menggunakan sendok berkarat yang disembunyikan di balik poster dan mulai menggali di kamar mandi.

Lubang di lantai penjara itu mengarah pada ruang kosong di bawah penjara yang dibuat saat konstruksi. Seorang komandan polisi Israel menyebutnya sebagai cacat struktural.

Enam tahanan yang kabur itu diyakini bergerak melalui ruang tersebut menuju dinding luar penjara, kemudian menggali terowongan yang berujung di tengah jalan tepat di luar kompleks penjara.

Data Tahanan yang Berhasil Kabur Dari Penjara

Lembaga keamanan Shin Bet mengatakan mereka percaya bahwa para tahanan melakukan kontak dengan orang-orang di luar penjara dengan menggunakan ponsel selundupan dan mereka dijemput dengan mobil.

Di antara enam buronan itu ada Zakaria Zubeidi, mantan komandan kelompok milisi Brigade Martir Al-Aqsa di kota Jenin, Tepi Barat, serta lima anggota Jihad Islam.

Empat dari lima anggota Jihad Islam itu menjalani hukuman seumur hidup setelah dinyatakan bersalah merencanakan atau melakukan serangan yang menewaskan warga Israel, sedangkan yang kelima telah ditahan tanpa dakwaan selama dua tahun berdasarkan hal yang disebut perintah penahanan administratif, menurut media Israel. (rul/*)