Empat Bulan Berlalu, Dugaan Korupsi Damkar Belum Juga Rampung, Ini Jawaban Kejaksaan

Papan karangan bunga terkait dukungan melawan korupsi Damkar berjejer di gedung Kejari Depok (Depoktoday.hops.id)
Papan karangan bunga terkait dukungan melawan korupsi Damkar berjejer di gedung Kejari Depok (Depoktoday.hops.id)

DepokToday – Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok hingga hari ini belum bisa membuat terang kasus dugaan tidak pidana korupsi pada tubuh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok.

Penyelidikan berbulan-bulan, menurut hitungan kurang lebih sudah 4 bulan berlalu, tapi hingga kini Korps Adhyaksa itu belum juga merampungkan tugasnya.

“Kasus dugaan tindak pidana korupsi pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyalamatan Kota Depok hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” kata Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok, Herlangga Wisnu Murdianto dikantornya, Kamis 26 Agustus 2021.

Baca Juga: Kejaksaan Depok Terima Berkas Perkara Tahap II Kasus Babi Ngepet, Kapan Sidang?

Herlangga mengatakan, meski belum juga mengumumkan hasil akhir kasus tersebut, jaksa penyelidik dari Seksi Tindak Pidana Khusus telah melakukan gelar perkara.

“Namun gelar perkara itu tidak dimaksudkan untuk menentukan sikap atau menentukan tersangka,” kata Herlangga.

Terpapar COVID

Herlangga menyebut, dalam proses penyelidikan ada tenggat waktu, “Tapi kan bisa diperpanjang, surat perintah itu kan sesuai kebutuhan dapat dilakukan perpanjangan waktu,” katanya.

Lebih jauh Herlangga mengatakan, salah satu penyebab lamanya proses penyelidikan karena beberapa waktu lalu tim jaksa penyelidik terinfeksi COVID-19.

“Jaksa penyidik juga menderita sakit sehingga otomatis ada waktu yang terbuang,” kata Herlangga.

Kasi Intel Kejari Depok, Herlangga (DepokToda.com)
Kasi Intel Kejari Depok, Herlangga (DepokToda.com)

“Orang yang melakukan pemeriksaan adalah orang yang namanya tertuang dalam surat perintah. kalau orang yang namanya tertuang dalam surat perintah tidak bisa melaksanakan tugas kan berarti tidak boleh orang lain,” kata Herlangga.

Baca Juga: Selidiki Kasus Korupsi, Jaksa Terpapar COVID-19 dari Kadis Damkar

Kronologi Dugaan Korupsi Damkar

Sebagai informasi, dugaan tindak pidana korupsi Damkar pertama kali dibongkar oleh salah satu anggota Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Sandi Butar Butar. Melalui media sosial pribadinya, Sandi mengekspresikan kekecewaannya karena honornya dipotong oleh oknum atasannya pada sekitar bulan April 2021.

Honor yang dimaksud adalah upah untuk pelaksanaan penyemprotan desinfektan dan upaya penanggulangan COVID-19 di Kota Depok.

Postingan media sosial Sandi lantas viral, bahkan hingga Kementerian Dalam Negeri memanggilnya untuk mengklarifikasi pernyataannya. Tak hanya itu, Kejaksaan Negeri Kota Depok pun ikut turun tangan untuk menyelediki kasus tersebut.

Baca Juga: Bongkar Dugaan Korupsi Damkar, Sandi Ngaku Ditawarkan Uang Damai

Namun, hingga kini belum ada kejelasan terhadap kasus tersebut. Terakhir, korps Adhyaksa itu memanggil Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Gandara Budiana sebanyak tiga kali panggilan pada bulan Mei 2021. Hingga kini, kasusnya masih dalam proses pemeriksaan Kejari Depok. (ade/*)