Edarkan Uang Palsu Hingga ke Lampung dan Jepara, Komplotan Ini Dibekuk Polres Depok

Rilis kasus Upal di Mapolrestro Depok. (Foto: DepokToday)
Rilis kasus Upal di Mapolrestro Depok. (Foto: DepokToday)

DepokToday –Polres Metro Depok bersama Polsek Cimanggis berhasil mengamankan komplotan pembuat dan penyebar uang palsu atau upal. Tidak hanya di Depok, mereka yang diamankan juga melancarkan aksinya antar pulau, tepatnya hingga ke Kota Lampung.

Kapolres Metro Depok Kombespol Imran Edwin  Siregar mengatakan, penangkapan para tersangka dilakukan berkat adanya laporan masyarakat tentang maraknya penemuan upal ini. Berikutnya tim melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan satu orang tersangka berinisial MP di Pasar Pal, Cimanggis.

“Dari sana kami lakukan pengembangan dan berhasil mengamankan tersangka lainnya berisial TS, beserta barang bukti uang sebesar Rp1 juta. Kita amankan tersangka di kawasan Beji,” jelas Imran didampingi Kasar Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes dan Kapolsek Cimanggis Kompol Ibrahim Sadjab pada rilis kasus tersebut yang dilaksanakan Kamis, 30 September 2021.

Tidak berhenti sampai di sana, kemudian Polisi kembali mengembangkan kasus ini dan menemukan fakta jika pembuatan upal ini dilakukan oleh dua orang, yaitu tersangka berinisial H dan OD. Dari mereka upal dengan nilai ratusan juta  berhasil diamankan.

“Total uang palsu siap edar yang kami amankan ini kurang lebih 158 juta 400 rupiah, itu yang berbentuk uang siap edar, beda lagi dengan uang yang belum dicetak yang masih di kertas belum dipotong,” ucap dia.

Komplotan ini kata dia, biasanya menyebarkan uang palsu di pasar tradisonal dimana kebanyakan pedagang jarang memeriksa uang yang diberikan pembeli. Keuntungan para pelaku berasal dari kembalian uang asli dari pedagang.

Baca Juga: Mau Ikut Seleksi Jabatan Kepala Dinas, Berikut Jadwalnya

“Para tersangka dikenakan Pasal 244 KUHP Sub 245 dengan hukuman pidana ancaman 15 tahun,” sebut dia.

Sementara itu, salah seorang tersangka berinisial H mengaku jika setiap bulannya bisa mencetak uang palsu senilai 15 juta. Dari nilai itu, dirinya mendapat keuntungan Rp2 juta.

“Saya tugasnya hanya buat, yang nyebarin ada lagi yang lain. Sebulan itu ay dapat 2 juta, saya cetak uang palsunya senilai Rp15 juta,” ungkap dia. (lala/*)