Edarkan Ganja di Lingkungan Rumah, Pria Ini Dicokok Polsek Bojonggede

Ilustrasi Daun Ganja. (Istimewa)
Ilustrasi Daun Ganja. (Istimewa)

TAJURHALANG – Achmad Rafif (26) warga Tajurhalang, Kabupaten Bogor, kini harus terima resiko dari perbuatannya. Karena ulahnya mengedarkan narkotika jenis ganja di lingkungan tempat tinggalnya, dirinya kini harus meringkuk dibalik jeruji besi Mapolsek Bojonggede.

Kapolsek Bojonggede, Ajun Komisaris Polisi Dwi Susanto mengatakan, gerak-gerik Rafif dicium oleh anggota reserse kriminalnya berdasar dari laporan masyarakat.

Baca Juga : Ditetapkan Tersangka, Anji Ternyata Juga Simpan Ganja di Bandung

“Kami mendapatkan informasi di Desa Kalisuren, Kecamatan Tajurhalang sering terjadi penyalahgunaan ganja, kemudian anggota Reskrim Polsek Bojonggede melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap tersangka Achmad Rafif,” kata Dwi, Sabtu 19 Juni 2021.

Tentang Ganja di Bojonggede

Dwi mengatakan, dari penangkapan itu anggotanya menemukan tiga bungkus kertas nasi warna coklat yang didalamnya berisi narkotika jenis ganja dengan berat keseluruhan 180 gram.

“Tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1)  subsider 111 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika,” kata Dwi.

Baca Juga : Polisi Ciduk Dua Remaja Bawa Ganja 38 Kg di Depok

Dwi mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengetahui darimana ganja tersebut diperoleh.

Apa Itu Ganja

Dilansir dari wikipedia, ganja atau mariyuana adalah psikotropika mengandung tetrahidrokanabinol dan kanabidiol  yang membuat pemakainya mengalami euforia. Ganja biasanya dibuat menjadi rokok untuk dihisap supaya efek dari zatnya bereaksi.

Tanaman semusim ini tingginya dapat mencapai 2 meter. Berdaun menjari dengan bunga jantan dan betina ada di tanaman berbeda (berumah dua).

Bunganya kecil-kecil dalam dompolan di ujung ranting. Ganja hanya tumbuh di pegunungan tropis dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut.

Ganja menjadi simbol budaya hippie yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas.

Selain itu, ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisasi yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang.

Di India, sebagian Sadu yang menyembah dewa Siwa menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap hasis melalui bong dan minum bhang. (ade/*)