Dukung Proyek Strategis Nasional di Depok, BPN: Jangan Dipermainkan

Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat, Dalu Agung saat melakukan kunjungan kerja di BPN Depok. (DepokToday.com)
Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat, Dalu Agung saat melakukan kunjungan kerja di BPN Depok. (DepokToday.com)

DepokToday- Badan Pertanahan Nasional atau BPN, menargetkan sebanyak 40 ribu bidang tanah di Kota Depok terdaftar pada tahun ini. Hal tersebut dinilai penting karena berkaitan dengan proyek strategis nasional.

Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat, Dalu Agung Darmawan mengungkapkan, pengadaan tanah merupakan program strategis nasional yang mau tidak mau harus diselesaikan.

Sebabnya, hal itu adalah bagian dari pembangunan ekonomi serta infrastruktur, seperti jalan tol, waduk, dan lain sebagainya. Kemudian, ia juga menyinggung soal Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

“Karena program ini untuk warga Kota Depok, maka ini (PTSL) harus tuntas tahun ini. Mudah-mudahan dengan evaluasi yang kami lakukan bisa menyelesaikan proses-proses ini,” katanya saat melakukan kunjungan kerja di Kantor BPN Depok pada Senin 1 November 2021.

Baca Juga: Wamen Sebut Depok Jadi Kota Paling Berpolusi di Indonesia, DKI Lewat

Lebih lanjut Dalu mengungkapkan, di Jawa Barat ada sekira tujuh titik proyek strategis nasional, beberapa di antaranya ada di Kota Depok. Dan itu (penyediaan bidang tanah).

“Depok ini ada Tol Cijago, Antasari, tapi yang harus selesai tahun ini Cijago. Kemudian tahun depan harus selesai juga dibeberapa titik. Di Jabar banyak sekali program strategis yang harus selesai,” jelasnya.

Baca Juga: Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Depok Hari Ini, Senin 1 November 2021

Ketika disinggung soal kendala pengadaan tanah, Dalu pun berharap ada dukungan dari berbagai pihak sehingga persoalan tersebut tidak berlarut-larut.

“Ya pengadaan tanah sebenarnya dalam konteks 2021 sudah on progres. PTSL juga harus dituntaskan. Harus ada dukungan dari teman-teman nih. Karena ini untuk warga Depok.”

Ultimatum Kakanwil BPN Jabar untuk Depok

Terkait hal itu, Dalu mengingatkan jajarannya untuk bekerja secara profesional karena ini berkaitan dengan program strategis nasional.

“Saya kira kita sudah menekankan persoalan integritas, jadi pada seluruh karyawan BPN saya ingatkan, bahwa program strategis ini tidak boleh dipermainkan, ini untuk masyarakat Depok,” ucap dia.

“Khususnya PTSL, sudh ada SOP-nya, sudah ada aturan-aturannya,” timpalnya lagi.

Baca Juga: Mantap! Kesenian Gong Si Bolong Jadi Warisan Budaya Indonesia

Dalu juga mengimbau, agar warga Depok bisa lebih kooperatif pada BPN, utamanya soal pemberian data fisik bidang tanah dan unsur yuridis.

“Kita sebenarnya ingin seluruh tanah yang ada di Kota Depok bisa dicover, sehingga dukungan dari masyarakat perlu. Depok ini PTSL ada 40 ribu bidang tanah, itu baru 27 ribu bidang tanah yang selesai, jadi masih ada sisa banyak dan itu harus diselesaikan,” katanya.

Baca Juga Dibubarkan Kapolda, Tim Jaguar Malah Lakukan Ini, Auto Dibela Netizen

Sementara itu, di tempat yang sama, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia dan Wakil Kepala BPN, Surya Tjandra mengatakan, program strategis nasional ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya karena berkaitan dengan proses revisi tata ruang dan itu kesempatan untuk menata Depok lebih baik lagi.

“Jadi nanti data BPN dikoordinasikan dgn tata ruang, datanya harus lebih lengkap dan kita siap dukung,” janjinya.

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia dan Wakil Kepala BPN, Surya Tjandra. (DepokToday.com)
Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia dan Wakil Kepala BPN, Surya Tjandra. (DepokToday.com)

Ia memprediksi, persoalan data peta bidang tanah di Kota Depok akan selesai dua tahun lagi.

“Ada yaang sebagian bisa disertifikatkan, sebagian tidak. Kita ingin ada percepatan, karena begitu tahu seluruh peta bidang tanah pemerintah daerah bisa merencanakan pembangunan lebih rapih dengan data yang jelas,” tuturnya. (rul/*)