Dugaan Korupsi Damkar, Rekanan Lupa Aliran Duit yang Mengalir

Hadi Effendi alias Adi Rakasiwi (Istimewa)

DEPOK- Sebanyak 16 orang telah dimintai keterangan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok terkait dugaan korupsi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar). Dari belasan orang itu, empat di antaranya berstatus sebagai mantan pejabat.

Selain itu, jaksa juga memanggil pihak rekanan atau kontraktor yang menyedikan sepatu pada kasus ini. Salah satu di antaranya adalah Hadi Effendi alias Adi Rakasiwi.

Pantauan Depoktoday.com melaporkan, Hadi mendatangi gedung Kejari Depok sekira pukul 13:30 WIB, pada Rabu 21 April 2021.

Setelah lebih dari satu jam berada di ruang Intel Kejari, Hadi tak banyak bicara ketika dicecar awak media.

“Yang jelas semuanya sudah saya serahkan ke penyidik semuanya,” kata dia

Hadi tak menampik, jika perusahaan yang dipimpinnya terkait dengan persoalan yang saat ini jadi sorotan banyak pihak. Namun ia berdalih, perusahaannya hanya dipinjam.

“Iya, mereka minjam ke saya.”

Ketika ditanya soal berapa anggaran yang mengalir, Hadi enggan membeberkan.

“Udah lupa-lupa ingat. Sudah ya saya buru-buru,” katanya dengan langkah tergesa-gesa meninggalkan gedung Kejari Depok.

Untuk diketahui, dugaan korupsi pada Dinas Damkar dibeberkan oleh Sandi, sorang pegawai honorer pada dinas tersebut. Pemicu kasus ini mencuat di antaranya, Sandi curiga ada pemotongan dana insentif (honor) terkait penanggulangan COVID-19.

Ia mengaku, jumlah yang tertera yakni Rp 1,7 juta, namun hanya diterima sekira Rp 850 ribu. Kemudian, persoalan yang juga jadi sorotan adalah tentang pengadaan sepatu dinas lapangan hingga kendaraan operasional.

Kasus itu tidak hanya ditangani jaksa, tapi juga diusut oleh Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Metro Depok. (rul/*)

 Baca Juga: Demo soal Korupsi, Mahasiswa Terobos Kantor Wali Kota