Dugaan Korupsi Damkar, Razman Tantang Nyali Wali Kota Depok  

Wali Kota Depok, Mohammad Idris secara resmi membatalkan pembelajaran tatap muka di Kota Depok. (DepokToday.com)
Wali Kota Depok, Mohammad Idris secara resmi membatalkan pembelajaran tatap muka di Kota Depok. (DepokToday.com)

DEPOK- Pengacara Razman Arif Nasution meyakini Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengetahui aliran dana terkait dugaan korupsi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok.

“Intinya saya katakan bahwa harus diperiksa wali kota. Karena penanggung jawab anggaran internal dan eksternal itu adalah wali kota,” kata Razman saat ditemui di Polres Metro Depok pada Senin 26 April 2021

Ia menegaskan, dirinya bukan menuduh namun menduga.

“Kita patut menduga dia (wali kota) mengetahui, kita tidak menuduh.”

Baca Juga: Razman Arif Bawa Banyak Bukti Dugaan Korupsi Damkar ke Polisi

Terkait hal tersebut, Razman juga menyayangkan sikap Idris yang terkesan cuci tangan dalam masalah ini.

“Sebagai pejabat publik, dia idealnya bukan ngomong sudah diserahkan ke Inspektorat Jenderal Dalam Negeri, bukan. Harusnya dia katakan silakan polisi dan jaksa proses Kepala Dinas Damkar dan lain lain-lain.”

Menurut dia, inspektorat jenderal itu pengawasan internal.

“Kita tidak menuduh, kita menduga. Apalagi wali kota itu berasal dari parpol yang berslogan sangat anti terhadap korupsi. Jadi saya minta wali kota datang ke polres, jaksa, KPK, minta diperiksa beserta anak buahnya,” ujarnya

Untuk diketahui, kasus ini mencuat setelah Sandi Butar Butar, pegawai honorer pada dinas tersebut berceloteh di media sosial. Ia menyebut, ada dugaan korupsi di tempatnya bertugas.

Aksi Sandi akhirnya menyedot perhatian publik. Kini, kasus itu ditangani Kejaksaan Negeri Depok dan Polres Metro Depok. Jaksa menyoroti dugaan korupsi pengadaan sepatu dan honor penanggulangan COVID-19. Sedangkan polisi membidik dugaan korupsi pada kendaraan operasional. (rul/*)