Dugaan Korupsi Damkar, Kejari Depok Sudah Periksa 50 Orang Saksi

Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto beberkan hasil pemeriksaan dugaan korupsi Damkar Depok (Foto: Depoktoday.com)
Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto (Foto: Depoktoday.com)

CILODONG- Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri atau Kejari Depok telah merampungkan berkas pemeriksaan terkait laporan dugaan korupsi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok.

Selanjutnya, kasus itu kini dialam penanganan lebih lanjut oleh bidang Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejari Depok.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto mengaku, pengumpulan data (puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) itu didapati dari hasil pemeriksaan terhadap 50 orang yang dipanggil selama sekira 30 hari.

“Cukup banyak karena ini keterkaitan dengan  honor insentif. Serta pihak terkait yang bersentuhan langsung dengan yang dilaporkan. Kemudian untuk pengadaan barang dan itu juga termasuk,” katanya dikutip pada Rabu 19 Mei 2021.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Damkar, Razman Tantang Nyali Wali Kota Depok  

Setelah dianggap cukup, sejumlah berkas berikut barang bukti laporan tersebut kemudian diserahkan ke bidang Tipidsus untuk pendalaman.

“Intel tugasnya hanya supporting data, apakah ada dugaan melawan hukum atau tidak,” ucap Herlangga.

Dengan demikian, kewenangan saat ini ada di ranah Tipidsus Kejari Depok.

“Jadi memang SOP nya sama di intel pun kalau sudah ini dilimpahkan. Seyogyanya memang harus di dalami karena intel itu kan hanya membuka kulit luarnya saja. Nanti pedalaman ada di Pidsus sesuai dengan tupoksi (tugas pokok dan fungsi).”

Ini Temuan Kejari Depok

Dari pemeriksaan sementara, lanjut Herlangga, berdasarkan bahan puldata dan pulbaket yang didapat, diduga ada indikasi perbuatan melawan hukum.

“Kita hanya supporting data. Yang kita temukan sudah ada dugaan perbuatan melawan hukum, maka kita lempar ke pidsus untuk meneliti dan mendalami,” katanya.

Seperti diketahui, kasus dugaan korupsi pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok itu menjadi sorotan banyak pihak usai dibeberkan oleh Sandi Butar Butar, pegawai honorer pada dinas tersebut.

Selain Kejari Depok, dugaan kasus itu juga dibidik Polres Metro Depok. Adapun persoalannya adalah tentang pengadaan sepatu dinas dan dugaan pemotongan honor dana insentif penanggulangan COVID-19. (rul/*)