Dua Bocah Jadi Korban Hipnotis Pencuri Motor di Depok

Ilustrasi hipnotis. Kasus itu belum lama ini terjadi di Depok. (Istimewa)
Ilustrasi hipnotis. Kasus itu belum lama ini terjadi di Depok. (Istimewa)

CILODONG – Pencurian kendaraan bermotor dengan modus hipnotis terjadi di Kota Depok, tepatnya di Jalan Raya Kalimulya, Cilodong, Kota Depok. Satu unit sepeda Motor Yamaha N-Max raib dan korbannya adalah dua orang bocah yang sedang disuruh membeli susu oleh orang tuanya.

Orang tua bocah, Yuni mengatakan, kejadiannya pada hari Rabu 26 Mei 2021, sekira pukul 17:30 WIB. Saat itu, Ia menyuruh dua anaknya membeli susu sapi di kawasan Pondok Rajeg.

Yuni pun kaget saat melihat anak tertuanya pulang hanya seorang diri tanpa ditemani sang adik dan tidak membawa motor.

“Katanya dia sempat nggak sadar motor dan adiknya tidak pulang karena pelaku menepak (memukul) pundaknya,” kata Yuni, Kamis 27 Mei 2021.

Yuni mengatakan, sang anak baru sadar menjadi korban hipnotis setelah beberapa menit berada dirumah dan menceritakan kejadiannya kepada kedua orang tuanya.

Baca Juga : Waspada, Pencuri Rumah Kosong Mulai Berkeliaran di Depok

“Anak saya nggak ngeh, ada yang ngikutin pas arah pulang, di pertigaan pondok rajeg, diberhentiin dua orang dengan satu sepeda motor,” kata Yuni.

Yuni mengatakan, pelaku memberhentikan kedua anaknya dengan dalih anaknya merupakan pelaku penabrak adiknya.

Baca Juga : Nyaris Diclurit, Buser Polsek Cimanggis Gulung Komplotan Begal di Tapos

“Pas anak saya berhenti, kata pelaku lu yang nabrak ade gua ya, terus (anak saya) langsung ditepak nggak sadar,” kata Yuni.

Pengakuan Bocah Korban Hipnotis di Depok

Yuni mengatakan, setelah kejadian itu anaknya pun mengaku tidak sadar dan pulang dengan berjalan kaki, sementara sepeda motor dan sang adik dibawa oleh pelaku. “Anak saya nggak sadar kalau adiknya masih ada di motor itu, dan sempat dibawa pelaku,” kata Yuni.

Beruntung sang adik dapat ditemukan, karena pelaku menurunkannya beberapa ratus meter dari tempat kejadian tepatnya di depan perumahan Anyelir 3.

“Adiknya ketemu di Kalimulya, Cilodong, itu setengah jam setelah kejadian,” kata Yuni.

Beruntung saat pelaku menurunkan sang adik, jejaknya terekam kamera CCTV. Dan hingga saat ini pihak keluarga mengaku menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian. (ade/*)