DPRD Cium Gelagat Mencurigakan Idris Soal Perda Religius

Gedung Balai Kota Depok (DepokToday.com)
Gedung Balai Kota Depok (DepokToday.com)

DepokToday- Anggota DPRD Depok kembali mempertanyakan naskah akademik dan draf Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Religius. Disisi lain, Wali Kota Mohammad Idris sesumbar bahwa aturan tersebut akan segera disahkan dalam waktu dekat.

“Sudah ditagih beberapa kali tetapi jawabannya selalu pekan depan, pekan depan, pekan depan, sampai sekarang nggak ada. Artinya kan tidak ada niatan. Kalau memang nggak mau kasih, seharusnya bilang dari awal, tidak mau kasih, nanti saja pas pansus. Tapi kan tidak. Pas di dalam rapat disepakati,” kata Ketua Bapemperda DPRD Kota Depok, Ikravany Hilman dikutip pada Senin 25 Oktober 2021.

“Kalau tidak ada udang di balik batu, seharusnya Pak Idris harus segera instruksikan anak buahnya. Saya harus bilang ini sembunyi-sembunyi karena sampai sekarang tidak dikasih, kecuali belum selesai. Tapi kan tidak, (Pemerintah Kota Depok) bilangnya sudah selesai,” sambungnya.

Baca Juga: Sebut Kemenag Hadiah untuk NU, Yaqut: Ikhlas Beramal Nggak Bagus

Pria yang akrab disapa Ikra itu menjelaskan, bahwa saat ini ada lima raperda yang siap dibahas di parlemen.

Nah, empat di antaranya usulan DPRD, satu usulan Pemerintah Kota Depok yaitu tentang Raperda Kota Religius. Menurut Ikra, dari sejumlah usulan itu, hanya Raperda Kota Religius yang terkendala.

“Dalam rapat persiapan (Juli 2021), kami bersepakat, forumnya bersepakat di rapat, salah satu keputusannya adalah naskah akademik dan draf raperda harus sudah selesai pada awal bulan September, minggu pertama,” beber Ikra.

Sorotan DPRD Depok

Ia mengatakan, empat raperda yang menjadi inisiatif DPRD itu sudah masuk di bulan September, semuanya, naskah akademik dan draf raperdanya.

Bahkan, Bapemperda sudah menyelenggarakan pembahasan bersama stakeholders dari setiap raperda untuk menyusun daftar isian masalah.

Baca Juga: Catat, Ini Jadwal dan Lokasi Mobil Keliling PBB Depok Pekan Ini

Ia menyebut, Pemerintah Kota Depok sudah mengusulkan rancangan perda ini sejak 2019 yang berujung penolakan mentah-mentah dari parlemen karena isinya problematik.

Namun pada 2020, rancangan perda (Raperda) kota religius itu akhirnya lolos ke dewan setelah pemungutan suara yang dramatis.

Anggota DPRD Depok, Ikravany Hilman (DepokToday.com)
Anggota DPRD Depok, Ikravany Hilman (DepokToday.com)

Lebih lanjut Ikra menegaskan, semua Raperda yang lolos untuk dibahas pada tahun ini harus dilengkapi dengan naskah akademik dan draf raperda pada bulan September 2021 agar Bapemperda bisa membuat daftar isian masalah dalam setiap Raperda.

Baca Juga: MUI Duga Ahmadiyah Depok Eksis Karena Punya Beking di Inggris

Daftar isian masalah ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas Raperda yang akan dibahas karena sudah terlebih dulu menerima masukan-masukan dari pemangku kepentingan terkait.

Sebab, pembahasan reski di tingkat panitia khusus pada November 2021 nanti cenderung berlangsung singkat, hanya sekitar sepekan.

Oleh karena itu, tak heran bila Pemerintah Kota Depok sudah sering kena tagih soal naskah akademik dan draf Raperda Kota Religius.

Alasan Idris Soal Raperda Kota Religius

Sementara itu, Wali Kota Depok Mohammad Idris baru-baru ini mengklaim bahwa Perda Kota Religius akan segera disahkan di parlemen. Menurutnya aturan tersebut membawa maslahat bagi umat seluruh agama di wilayah kota ini.

Dengan Perda Religius, Idris berharap agar seluruh kegiatan keagamaan, tanpa terkecuali, dapat mengakses anggaran daerah untuk pelaksanaannya.

Baca Juga: Farhat Abbas Dukung Saipul Jamil Jadi Politikus, Ini Partainya

Ia menilai, selama ini penganggaran untuk kegiatan-kegiatan keagamaan di Kota Depok kerap terkendala ketiadaan payung hukum.

“Perda Religius itu lebih kepada supaya kita bisa mewujudkan kerukunan dalam hidup beragama. Kegiatan-kegiatan keagamaan selama ini tidak ada cantolan hukum dalam penganggaran program-program mereka,” jelas Idris dikutip dari Kompas.com (rul/*)