DPAPMK Kota Depok Mulai Data Anak Yatim Piatu Akibat COVID-19

Anak-anak yang mengikuti kegiatan belajar via daring di Mekarjaya.(DepokToday.com)
Anak-anak yang mengikuti kegiatan belajar via daring di Mekarjaya.(DepokToday.com)

DepokToday – Kepala Dinas Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga atau DPAPMK Kota Depok, Nessi Annisa Handari mengatakan, pihaknya sedang melakukan pendataan terhadap jumlah anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya karena COVID-19.

“Jadi sebenarnya kami ini sedang mendata ya, jadi memang kemarin arahan pak Wali Kota sama pak Wakil Wali Kota,” kata Nessi, Senin 9 Agustus 2021.

Nessi mengatakan pendataan ini masih terus berjalan karena hingga hari ini, masih terus masuk data baru anak-anak yang ditinggal orang tuanya. “Mudah-mudahan sih pendataan ini berhenti gitu ya, kita tahu pandemi masih berlangsung, jadi data itu tidak berhenti akan dinamis gitu ya,” kata Nessi.

Nessi mengatakan, dari data yang sudah masuk ke dinasnya sepanjang pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun 2020, cukup banyak anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya.

“Dari data yang sudah masuk tuh anak yang ditinggal orang tuanya sekitar 700-an anak, tapi ini jumlah anak bukan jumlah keluarga ya, kan ada yang anaknya yang ditinggal empat orang dalam satu keluarga misalnya gitu,” kata Nessi.

Baca Juga: Komnas Anak: Banyak Anak-anak Jadi Yatim Piatu Karena COVID-19

Nessi pendataan ini baru dilakukan olehnya sekitar sebulan yang lalu. Ketika itu, datang arahan dari Wali Kota Depok, Mohammad Idris untuk dilakukan pendampingan terhadap anak-anak tersebut.

“Pak wali minta kita mencoba untuk melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang ditinggal orang tuanya, jadi kita mulai mendata tuh dari tahun 2020,” kata Nessi.

Sembari mendata, Nessi mengatakan, pihaknya pun juga melakukan pemetaan terhadap kebutuhan dari masing-masing anak tersebut,

“Misalnya dia kehilangan ibu, tapi ayahnya ada, bekerja dan sebagainya, nah ini kebutuhannya apa bagi si anak ini, tapi kalau misalnya orang tuanya dua-duanya nggak ada, berarti kebutuhan dia kan lebih dari itu,” kata Nessi.

“Jadi kita melakukan pendampingan ini sesuai dengan kebutuhan anak anak ini dilapangan, jangan sampai salah sasaran.”

Nessi pun menjamin, hak-hak atas anak di Kota Depok dapat terjamin terlebih bagi anak yatim piatu akibat COVID-19 ini. “Yang penting kami berharap semua hak anak bisa terpenuhi, anak-anaknya sehat, berpendidikan, dan kehidupan masa depannya tetap bisa berjalan dengan semestinya.” pungkas Nessi. (ade/*)