DPAPMK Catat, 740 Anak Depok Kehilangan Orangtua Akibat COVID   

Kepala DPAPMK Kota Depok, Nessi Annisa Handari (DepokToday.com)
Kepala DPAPMK Kota Depok, Nessi Annisa Handari (DepokToday.com)

DepokToday- Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga atau DPAPMK mencatat, ada sebanyak 740-an anak di Kota Depok terpaksa kehilangan orang tua akibat meninggal dunia karena COVID-19.

Terkait hal itu, pemerintah mengaku siap memberikan perhatian serius pada anak-anak tersebut. Kepala DPAPMK Kota Depok, Nessi Annisa Handari mengatakan, angka tersebut tentunya masih dinamis, namun ia berharap tidak terjadi penambahan kasus.

“Saat ini kita mendata semua anak-anak yang kehilangan orang tua karena COVID-19 dimulai sejak tahun lalu, sejak mulai pandemi,” katanya dikutip pada Jumat 13 Agustus 2021.

Menurut catatan Nessi, pada tahun lalu jumlah anak Depok yang kehilangan orang tua akibat COVID tidak sebanyak tahun 2021, ini.

“Sehingga Pak Wali Kota merasa bahwa anak-anak ini perlu perhatian dari pemerintah, perlu pendampingan. Ini kewajiban kita, supaya kita bisa memenuhi hak mereka, hak dasar mereka seperti pendidikan dan kesehatan,” jelasnya.

Baca Juga: Banyak yang Terkecoh, Data Kematian COVID Ternyata Tak Real Time

“Jangan sampai mereka kehilangan orang tua, lalu kehilangan haknya. Jangan sampai karena tak terdata dan mereka tidak tahu harus seperti apa,” sambungnya.

Berdasarkan data yang ada saat ini, kata Nessi Annisa, jumlah anak yang kehilangan orang tua akibat COVID-19 ada sekira 740-an, anak.

“Anak-anak sekitar 740 an yang kehilangan orang tua. Kalau keluarga ada sekitar 400 an KK,” katanya.

Perhatian DPAPMK untuk Anak Depok

Terkait hal itu, Pemerintah Kota Depok melalui DPAPMK saat ini sedang berupaya melakukan pemetaan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak tersebut.

“Harapan kita agar tidak salah sasaran dan tidak salah menentukan kebutuhan anak-anak ini,” kata Nessi.

“Misal, anak-anak yang kehilangan ibunya tetapi ayahnya masih mampu untuk memenuhi kebutuhan, masih punya pekerjaan. Nah kita akan lihat kebutuhan dari  kondisi itu apakah perlu pendampingan psikologi untuk penguatan,” timpalnya lagi.

Ilustrasi kematian akibat COVID (Istimewa)
Ilustrasi kematian akibat COVID (Istimewa)

Pemkot Depok khawatir, mereka yang kehilangan ibu merasa ada yang kurang dikehidupan berkeluarganya. “Biasa ada ibu sekarang nggak ada ibu. Nah kita ada teman-teman psikolog,” ucap Nessi

Baca Juga: [Update] BOR Rumah Sakit di Kota Depok, Kamis 12 Agustus 2021, Tersedia 704 Bed

Begitu pula untuk kebutuhan pendidikannya, DPAPMK akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan guna memenuhi kebutuhan anak-anak di Kota Depok.

“Intinya anak-anak yang kehilangan dan terdampak pandemi, kata Pak Wali mereka adalah anak pejuang COVID-19. Kita tidak menamakan anak yatim atau anak piatu. Tetapi anak pejuang, karena orang tua mereka sudah berjuang menghadapi virus ini,” ujarnya. (rul/*)