Dokter RSUD Depok Meninggal, Dirut: Bukan Karena COVID-19

Wali Kota Depok Mohammad Idris sampaikan duka cita atas meninggalnya dokter THT RSUD Depok, Carolina Rezeki Sihombing melalui akun twitternya. Foto: Tangkapan layar akun twitter @IdrisAShomad
Wali Kota Depok Mohammad Idris sampaikan duka cita atas meninggalnya dokter THT RSUD Depok, Carolina Rezeki Sihombing melalui akun twitternya. Foto: Tangkapan layar akun twitter @IdrisAShomad

DepokToday – Wali Kota Depok Mohammad Idris menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya salah seorang dokter Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kota Depok.

Dalam postingan di akun twitter resminya @IdrisAShomad, Idris juga mengucapkan terimakasih kepada dokter spesialis THT di RSUD Kota Depok tersebut atas pengabdiannya selama ini.

“Turut berduka cita atas wafatnya dr. Carolina Rezeki Sihombing, sp-THT-KL (Dokter Madya pada RSUD Kota Depok). Terima kasih atas jasa dan dedikasinya kepada warga masyarakat Kota Depok.” tulis Idris dalam postingannya.

Terpisah, Direktur Utama RSUD Kota Depok, Devi Maryori menegaskan, kalau dokter Carolina meninggal bukan karena COVID-19, melainkan karena sakit parah yang dideritanya.

“Bukan meninggal karena COVID-19, karena sudah negatif,” kata Devi.

Baca Juga: Dokter Reisa: 80 Juta Anak Indonesia Tidak Baik-baik Saja, Sebagian Alami Perundungan Walau Sekolah Online

Devi mengatakan, Carolina memang sempat dinyatakan COVID-19 sebelumnya, tapi kondisinya sempat membaik sesaat sebelum meninggal dan telah dinyatakan negatif.

Carolina sempat menderita COVID-19 sekitar tiga minggu yang lalu dan sempat mendapatkan perawatan di RSUD Kota Depok sebelum akhirnya dirujuk ke RS Persahabatan.

“Beliau sempat mengeluh sesak nafas sehingga di rawat selama lima hari di RSUD Kota Depok, namun saturasinya menurun dan masuk ruang ICU,” lanjut Devi.

Namun karena membutuhkan alat yang lengkap untuk penangannya, dilakukan rujukan ke Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta. Disana, Carolina menjalani perawatan selama empat hari di ICU.

“Jumat lalu dia WA saya bilang, bu saya sudah keluar dari ICU aku sudah sembuh dari COVID-19 jadi saya sudah keluar dari ICU dan pindah ke ruangan biasa, gitu,” beber Devi.

Tapi, takdir berkata lain, Devi mengatakan, tak selang beberapa lama ia mendapat pesan tersebut tepatnya di hari kelima, kondisi kesehatan Carolina kembali memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada Kamis 29 Juli 2021.

“Setelah mendapatkan perawatan lima hari di ruangan biasa, terjadi perburukan dengan saturasinya menurun dan gulanya tinggi, jadi bukan disebabkan COVID-19 namun penyakit lainnya,” kata Devi. (ade/*)