Divonis Bebas! Hakim PN Depok Nyatakan Zaim Saidi Tak Bersalah

Ruko di area Pasar Muamalah Depok dipasang garis polisi. Proses hukum akhirnya menyatakan Zaim Saidi si penggagas pasar tersebut bebas dari jeratan pidana. (DepokToday.com)
Ruko di area Pasar Muamalah Depok dipasang garis polisi. Proses hukum akhirnya menyatakan Zaim Saidi si penggagas pasar tersebut bebas dari jeratan pidana. (DepokToday.com)

DepokToday- Zaim Saidi, pendiri Pasar Muamalah, Depok yang sempat viral lantaran melakukan transaksi dengan dinar dan dirham akhirnya dinyatakan tak bersalah. Alhasil, ia pun dibebaskan dari segala tuntutan jaksa.

Hal itu dibenarkan oleh Humas Pengadilan Negeri Depok dalam keterangan resminya pada awak media, Selasa 12 Oktober 2021.

Adapun putusan tersebut dibacakan dalam persidangan yang berlangsung sekira pukul 14:15 WIB, di Pengadilan Negeri Depok.

Baca Juga: Bangga, Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Wajib Tentara di Negara Ini, Hingga Diperdengarkan di Luar Angkasa

Melalui keterangann tertulisnya, Pengadilan Negeri Depok menyebut bahwa terhadap perkara 202/Pid.Sus/2021/PN.Dpk atas nama terdakwa Zaim Saidi, telah dibacakan putusan dengan amar putusan pada intinya menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan pertama dan kedua.

“Kemudian membebaskan terdakwa Zaim Saidi dari semua dakwaan penuntut umum, serta memerintahkan agar terdakwa dibebaskan dari tahanan segera setelah putusan ini diucapkan,” kata Humas Pengadilan Negeri Depok, Ahmad Fadil dalam keterangan resminya tersebut.

Hakim Desak Pemulihan Hak Zaim Saidi

Tak hanya itu, hakim juga meminta pemulihan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya

“Bahwa sebagaimana diketahui terdakwa Zaim Saidi sebelumnya didakwa oleh penuntut umum dengan dakwaan alternatif, yaitu pertama Pasal 9 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan Hukum Pidana junto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP,” jelasnya.

Baca Juga: Geger, Pedagang Pasar Depok Transaksi Pakai Dinar-Dirham

“Atau kedua, Pasal 10 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan Hukum Pidana Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP,” sambungnya.

Baca Juga: Ini Hasil Penelusuran Intel Kejari Terkait Transaksi Dinar dan Dirham di Pasar Muamalah

Kemudian terdakwa dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan pertama Pasal 9 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Kemudian junto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, dan Jaksa Penuntut Umum meminta kepada Majelis Hakim untuk menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun.

“Bahwa terhadap putusan bebas tersebut, majelis hakim telah membacakan hak-hak terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum sebagaimana Pasal 244 KUHAP junto putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 114/PUU-X/2021,” tuturnya.

Baca Juga: Pakar Hukum Pidana Sebut Pendiri Pasar Muamalah Depok Harusnya Bebas

“Dan Pasal 259 KUHAP (Kasasi demi kepentingan hukum yang diajukan oleh Jaksa Agung) terkait upaya hukum terhadap putusan bebas,” timpalnya lagi. (rul/*)