Dituntut 13 Tahun Penjara, Terdakwa Pembunuh Istri Di Pondok Jaya Ajukan Pledoi

Ilustrasi pembunuhan di Cimanggis (Foto: Istimewa)
Ilustrasi pembunuhan di Cimanggis (Foto: Istimewa)

DepokToday – Amirrudin terdakwa kasus  pembunuh perempuan bernama Rany yang tidak lain merupakan sang istri dituntut hukuman 13 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umu (JPU) pada sidang lanjutan yang dilakukan pada Senin 8 November 2021.

Menanggapi ini, penasehat hukum terdakwa pembunuh sang Istri, Andi Tatang mengatakan, akan mengajukan nota pembelan (Pledoi) dalam waktu satu minggu ke depan. Menurut Tatang terdakwa tidak ada niatan untuk membunuh korban dimana pada saat kejadi Terdakwa merasa sakit hati atas perkataan Korban.

“ Pada saat kejadian korban mengatai terdakwa dengan kata-kata ‘dah diem aja lo laki nggak berguna, nggak bisa kerja juga, nggak bisa nyari duit, gak bisa puasin gue kalo main’. Karena itu dengan sepontan terdakwa emosi dan mengambil Catter yang berada di dekat korban,” terang Tatang penasehat hukum dari Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Kami Ada ini.

“Kami akan melakukan pembelaan (red pledoi) terhadap terdakwa sesuai dengan fakta persidangan serta keterangan saksi-saksi yang di hadirkan selama proses sidang di pengadilan Negeri Depok ini,” tambah dia.

Tim kuasa hukum terdakwa (Foto Istimewa)
Tim kuasa hukum terdakwa (Foto Istimewa)

Baca Juga: Kejar Target Perbaikan Puluhan RTLH, Ini yang Dilakukan Pemkot Depok

Sebagai informasi, seorang wanita muda meregang nyawa usai ditikam menggunakan pisau di kontrakannya, di kawasan Pondok Jaya, Depok, pada Jumat 9 Juli 2021.

Menurut keterangan Ketua RW setempat, Abdul Salam, korban bernama Rany itu kali pertama ditemukan oleh pemilik kontrakan tersebut.

“Jadi korban ini ngetuk-ngetuk pintu kamar mandi, dia dikunciin dari luar. Pas dibuka sudah berdara-darah. Darahnya juga berceceran di ruang tamu dan kamar,” katanya.

Saat ditemukan oleh saksi, wanita muda itu dalam kondisi tanpa busana dengan luka tusuk pada bagian leher. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nahas nyawanya tak tertolong. (lala/*)