Diterpa Puting Beliung, RS Hermina Gelontorkan Rp 300 Juta untuk Perbaikan Fasilitas

Plang nama raksasa RS Hermina runtuh akibat terpaan angin puting beliung yang melanda Kota Depok pada Selasa 21 September 2021. (Depoktoday.com)
Plang nama raksasa RS Hermina runtuh akibat terpaan angin puting beliung yang melanda Kota Depok pada Selasa 21 September 2021. (Depoktoday.com)

DepokToday – Rumah Sakit (RS) Hermina rogoh kocek hingga Rp 300 juta untuk perbaikan fasilitas rumah sakit yang rusak akibat peristiwa tiupan angin puting beliung yang melanda Kota Depok pada Selasa sore kemarin.

Direktur RS Hermina Depok, Lies Nugrohowati mengatakan, anggaran yang telah dipersiapkan itu untuk perbaikan material rumah sakit yang rusak termasuk papan nama raksasa di depan gedung yang runtuh karena kencangnya terpaan angin.

“Kami segera berkoordinasi dengan perusahaan Sub Kontraktor dalam mengecek material pengganti apa saja yang bisa segera diganti. Siapkan Material dan Tukang agar malam ini upayakan datang cek situasi untuk yang mana bisa diperbaiki untuk pasang kembali, material pengganti berapa banyak yang harus disiapkan.” kata Lies dalam keterangan tertulisnya Rabu 22 September 2021.

Baca Juga: RS Hermina Kini Miliki Layanan Jantung Terpadu

Lies merinci, adapun material yang rusak dan perlu penggantian adalah plang signage, atap spandek berukuran 0,5 mm, triplek dan gypsum plafon. Ia menjelaskan, dana yang telah disiapkan pihaknya untuk perbaikan tersebut menggunakan asuransi kerusakan gedung.

“Pakai asuransi biaya kerusakan Hermina Depok, berkisar 300 juta rupiah.” kata dia.

Sebagai informasi, angin kencang disertai hujan deras yang melanda Kota Depok pada Selasa, 21 September 2021 sore sekitar pukul 17.00, cukup membuat kerusakan parah diberbagai lokasi tak terkecuali RS Hermina.

Detik-detik runtuhnya plang signage RS Hermina terekam kamera ponsel dan viral di media sosial. Tak hanya itu, beberapa material rumah sakit milik PT Medikaloka Hermina Tbk itu juga terlihat berterbangan mengikuti arah angin yang tak menentu.

Sampai saat ini, Pemerintah Kota Depok belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait berapa kerugian yang timbul akibat insiden tersebut. (ade/*)