Diterpa Isu Miring, Mukota Kadin Depok Diduga Disusupi Orang Asing

Kadin Depok saat ini sedang menggelar Mukota ke V (Foto: Istimewa)
Kadin Depok saat ini sedang menggelar Mukota ke V (Foto: Istimewa)

DepokToday- Musyawarah kota (Mukota) jelang pemilihan calon Ketua Kamar Dagang Indonesia atau Kadin, Kota Depok diterpa isu tak sedap. Itu lantaran adanya dugaan keterlibatan orang luar yang statusnya bukan anggota Kadin.

Alhasil, isu miring ini menuai sorotan banyak pihak, utamanya dari kalangan internal. Salah satunya yang cukup vokal mengomentari hal tersebut adalah Muhammad Balaguna.

Baca Juga: Kedai Kopi Konichiwa Depok Disatroni Maling, Nih Penampakannya

Menurutnya, steering committee atau SC sebagai pelaksana Mukota V ini harus dilaksanakan oleh anggota Kadin yang dibuktikan dengan kepemilikan kartu tanda anggota (KTA). Hal ini sesuai dengan konstitusi.

Namun ia menilai justru sebaliknya. Disinyalir ada orang-orang yang tak memiliki KTA namun terlibat dalam agenda resmi tersebut.

“Tentu ini sangat inkonstitusional. Institusi besar seperti Kadin harusnya dilaksanakan dengan prosedural organisasi yang sah secara konstitusi, bukan penunjukan sepihak, apalagi yang ditunjuk terindikasi tidak memiliki KTA,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima awak media pada Kamis 28 Oktober 2021.

Baca Juga: Terbaru! Kejari Utus 8 Jaksa Bidik Tersangka Korupsi Damkar Depok

Untuk mencegah adanya indikasi kecurangan dalam pemilihan Ketua Kadin Depok nantinya, ia pun berharap pengurus Kadin Jawa Barat turun langsung mengusut persoalan itu.

Terlebih, lanjut Balaguna, karena Mukota V Kadin Depok sudah masuk dalam proses pengambilan formulir calon Ketua Kadin Depok. Jika terbukti, menurutnya Kadin Jabar harus mengambil alih pelaksanaan acara tersebut.

“Seharusnya, Kadin Jabar mengusut tuntas kabar tak sedap ini. Jika terbukti maka harus diambil alih Mukota Depok oleh Kadin Jabar,” tuturnya.

Polemik Mukota Kadin Depok

Dalam keterangan ini juga disebutkan, bahwa pendaftaran calon Ketua Kadin Kota Depok Periode 2021-2026 telah berlangsung sejak 15 Oktober dan akan berakhir pada 29 Oktober 2021, sekira pukul 17.00 WIB.

“Padahal, saat ini Mukota V Depok sudah masuk dalam proses pengambilan formulir calon Ketua Kadin Kota Depok dalam rentetan acara pelaksanaan. Tetapi, SC Mukota Kadin malah dijalankan oleh oleh non-anggota Kadin,” katanya.

“Status SC harus jelas, jangan sampai semua orang bisa mengklaim sebagai SC Kadin Depok, dan Kadin Jabar harus mengambil sikap terkait hal ini,” timpalnya lagi.

Baca Juga: DPRD Cium Gelagat Mencurigakan Idris Soal Perda Religius

Sementara itu, pengurus Kadin Kota Depok, Tatang membantah keras tudingan tersebut. Menurutnya, semua yang terlibat sebagai SC memiliki status jelas sebagai anggota Kadin Kota Depok.

“Yang jelas di dalam SC adalah pengurus Kadin Kota Depok. Hal ini sesuai rapat pleno pembentukan panitia maka ditunjuklah beberapa orang di dalam kepengurusan SC maupun OC, salah satunya pengurus SC adalah saya,” tegasnya.

Lebih lanjut Tatang mengatakan, jika tidak puas dan membuat tuduhan ini maka yang bersangkutan harus ada bukti kuat, bukan malah membuat bola liar.

“Silahkan buktikan, tunjuk orangnya. Tunjuk siapa orangnya. Jadi jangan melempar bola panas,” katanya. (rul/*)