Ditanya Soal Pilkada, Wali Kota Depok Singgung Perceraian

Wali Kota Depok, Mohammad Idris (DepokToday, Rul)

Depok– Wali Kota Depok, Mohammad Idris akhirnya angkat bicara terkait pernyataan sejumlah elit partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang menyatakan akan pecah kongsi dan bertarung melawannya di ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

          Pria yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pilkada 2015 lalu itu mengatakan, secara pribadi dirinya tak ingin berpisah dengan Pradi Supriatna sebagai wakil yang notabennya adalah Ketua DPC Gerindra,Depok. Namun jika hal itu terjadi, Idris menganggap keputusan tersebut layaknya sebuah perjalanan rumah tangga.

“Tadinya saya tidak menginginkan loh (pecah kongsi). Saya secara pribadi seperti yang saya katakan dulu, seharusnya orang dalam rumah tangga tidak berpisah. Sebab biar bagaimanapun perpisahan ini menjadi sesuatu yang berat bagi kehidupan keluarga, apalagi bagi pimpinan kan,” katanya pada awak media, Selasa 10 September 2019

Idris mengibaratkan, dalam sebuah keluarga, seorang pimpinan itu seperti kepala keluarga (ayah), dan jika ia harus berpisah dengan sang istri maka akan berat sekali, khususnya bagi anak-anak.

“Saya mengatakan itu, istilah kasarnya perceraian. Perceraian itu sesuatu yang dibolehkan tapi sesuatu yang dibenci. Ini yang saya ungkapkan.”

 Namun demikian, kata Idris, dalam kehidupan politik hal itu lumrah terjadi. Dan keputusan tersebut adalah kewenangan partai bukan perorangan. Karena itu, Idris pun memilih pasrah dengan segala keputusan yang akan didapatinya nanti.

“Yang namanya pasangan, koalisi tetap ada di tangan para pengambil kebijakan di partai politik. Kita sendiri, atau pak Pradi sendiri tidak mempunyai otoritas untuk mengintervensi keputusan partai politik,” ujarnya

Ketika disinggung lebih jauh apakah masih ingin bersama Pradi di Pilkada 2020, Idris pun melontarkan pertanyaan sebaliknya.

 “Tanya aja nuraninya Pradi gimana sih, mau pisah apa gimana? Kalau ini kayaknya partai.”

          Untuk diketahui, PKS belum lama ini telah merilis lima nama bakal calon yang diperoleh dari hasil penjaringan internal. Selain telah menggodok kader internal, PKS mengakui ada jalur khusus yang dimiliki Idris selaku petahana yang diusung pada Pilkada lalu. Kala itu, PKS mencalonkan Idris sebagai wali kota dan Gerindra mengusung Pradi sebagai wakil-nya.

          Keduanya pun sukses melenggang ke Balai Kota dan menempati kursi jabatan sampai dengan saat ini. Namun pada Pilkada nanti, keduanya disebut-sebut akan menjadi rival. Hal ini mencuat setelah adanya pernyataan dari Gerindra dan PDIP yang mengaku akan berkoalisi dan melawan PKS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here