Ditanya Jumlah Aset First Travel, Jaksa: Kami Belum Siap

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Depok, Kosasih (DepokToday, Rul)

DEPOK– Kejaksaan Negeri Depok belum bisa membuka secara detail ketika ditanya soal total atau jumlah keseluruhan aset First Travel yang akhirnya disita atau dirampas untuk negara. Ironisnya lagi, pihak kejaksaan setempat justru meminta para jemaah (korban) untuk ikhlas dengan putusan tersebut.

“Terkait barang bukti memang jenisnya banyak sekali dan kami belum siap mereleas itu. Intinya barang-barang bukti apa saja yang dikembalikan maupun dirampas untuk negara kalau dilelang waktunya akan kita umumkan lagi,” kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Depok, Kosasih pada wartawan, Jumat 15 November 2019

Kosasih menjelaskan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya hukum, seperti banding ataupun kasasi dan telah bekerja secara maksimal atas kasus ini.

“Sesuai hukum acara pidana bahwa kami sudah bekerja secara maksimal memperjuangkan hak-hak untuk mewakili pihak korban,” ujarnya

Namun keputusan akhirnya menyebutkan bahwa aset diambil alih oleh negara. Kosasih menegaskan, putusan itu sudah inkrah dan berkekuatan hukum sehingga tidak bisa diganggu gugat.

“Tidak ada upaya hukum luar biasa jadi ini sudah inkrah, sudah ada putusan Mahkamah Agung yang berkekuatan hukum tetap. Korban sudah terwakili oleh JPU (Jaksa Penuntut Umum) dan ini sudah maksimal.”

Lebih lanjut dirinya mengatakan, pihaknya wajib mematuhi putusan tersebut.  “Jadi putusan MA (Mahkamah Agung) yang harus jaksa laksanakan. Apa putusanya, ada barang yang bernilai ekonomis dirampas untuk negara dengan cara dilelang, uangnya masuk ke kas negara seperti itu intinya,” kata dia (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here