Disrumkin Kebut Pembangunan GOR Depok, Segini Biayanya

GOR Kota Depok (Depoktoday.hops.id)
GOR Kota Depok (Depoktoday.hops.id)

CILODONG- Proyek pembangunan Gelanggang Olahraga atau GOR Kota Depok yang sempat terhenti bakal dilanjutkan pada tahun ini. Rencananya, konstruksi fisik akan digeber pada pertengahan Juni 2021.

Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkin) Kota Depok menargetkan, proyek lanjutan tersebut bakal dilakukan setelah proses lelang.

Alokasi anggaran terkait proyek tersebut sebesar Rp 12.360.480.000. Dana itu berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Pembangunan GOR tahap satu telah rampung pada 2020, nah tahap dua dilanjutkan tahun ini,” kata Kepala Bidang Tata Bangunan Disrumkim Kota Depok, Suwandi, dikutip pada Jumat 11 Juni 2021.

Dirinya menuturkan, pada tahap lanjutan ini, terdapat beberapa infrastruktur yang menjadi prioritas. Yaitu bagian interior, area bawah parkir, jalan lingkar, penataan halaman, dan jembatan.

“Bagian interior meliputi area lapangan dan tribun penonton. Sedangkan tahap satu sudah dibangun fasad luar, jembatan, dan turap,” katanya.

Baca Juga: Alun-alun Depok Kok di Pemukiman Elit GDC

Sementara itu, Kepala Seksi Pembangunan Gedung Pemerintah dan Fasilitas Publik, Disrumkim Kota Depok, Sriyanto mengatakan, GOR yang berlokasi di kawasan Grand Depok City, Cilodong itu memiliki luas sekira 4.992 meter persegi dengan kapasitas penonton mencapai 950 – 1.000 orang.

Sarana olahraga ini juga dilengkapi berbagai fasilitas, di antaranya lapangan basket, voli, dan bulutangkis.

“Proses pembangunan ditargetkan rampung Desember 2021.Kami berharap selesai pembangunan tepat waktu dan tidak terjadi kendala apapun di lapangan,” harapnya.

DPRD Kritik Pembangunan GOR Depok

Sebelumnya, anggota DPRD Kota Depok, Babai Suhaimi sempat menyinggung pembangunan GOR karena posisinya tak jauh dari alun-alun di GDC.

“Saya bingung gelanggang olahraga di situ lahan parkirnya dimana, ya kan. Saya berharap pemerintah kota segera membuat sebuah desain GDC itu mau dibuat seperti apa.”

Politikus PKB itu mengungkapkan, hal ini terjadi karena minimnya koordinasi pemerintah daerah, dalam hal ini wali kota dengan pihak-pihak tertentu, termasuk legislatif (DPRD).

“Sejauh yang saya tahu perencanaan yang dilakukan oleh pemerintah kota ya kurang begitu merangkul dan mengajak musyawarah berbagai pihak,” ujarnya.

Baca Juga: Trotoar Depok Disebut Tak Manusiawi, Babai: Ini Kegagalan Idris

Jadi, kata Babai, jangankan komponen masyarakat, dewan saja sendiri hanya sebagai presentasi.

“Menurut saya dalam menampung aspirasi dan menampung perencanaan yang baik yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah.”

Contohnya, adalah penempatan taman kota di GDC.

“Saya yakin dari 50 anggota DPRD, tidak semuanya tahu dan juga barangkali komisi terkait juga belum tentu secara pasti mengetahui,” katanya

Hal ini, kata Babai, menunjukan kelemahan perencanaan pembangunan di Kota Depok. “Seringkali hal itu (koordinasi) diabaikan. Ego kepada kepentingan dan menurut persepsi mereka.” (rul/*)